instagram twitter
  • Home
  • Thoughts
  • Hobby
    • Books
    • Experience
    • Traveling
  • About
  • Contact
  • Creations

Rani Wijaya

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospect.” ― Anaïs Nin

Kadang kita tidak mau melepaskan sesuatu bukan karena takut akan sakit yang akan di alami setelahnya namun karena terlalu mempertahankan waktu yang telah dilalui bersama-sama, terlalu menyayangkan waktu yang telah dihabiskan bersama.

Mengelabui akal untuk mempertahankannya.
Selalu menjadikannya alasan setiap pikiran untuk melepaskan datang.
Mengatas namakan waktu untuk mempertahankannya hingga tersadar "sampai kapan aku akan mempertahankannya atas dasar waktu?"

Karena, mempertahankannya atas dasar waktu hanya akan menghalangi datangnya waktu emas yang lain, yang lebih baik.

Mempertahankannya atas dasar waktu juga tidak membuat keadaan lebih baik, hanya akan menambah beban karena tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasa.

Tapi, ketika akan melepaskannya, saat sadar waktu yang selalu menjadi alasan, masih tetap ada raungan untuk mempertahankannya.

Kupikir itu waktu...
Waktu...
Ini pasti waktu...

Tapi, keraguan mulai menyelinap...
Dibalik waktu, seperti ada yang mengikutinya
Apakah itu?
Mungkinkah ketulusan di dalam waktu yang selama ini dipertahankan?

Ya, mungkin itu. Atau kita harus menelusuri atas dasar apa kali ini kata hati menuntun untuk mempertahankannya.

Namun bila tetap hanya ada waktu dibalik ini, aku akan melepaskannya.

Saturday, February 13, 2016 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me


Halooo! Aku Rani~ Blog ini hanya berisikan cerita sehari-hari, ambil yang baik-baiknya aja yaaa, karenaa... .

“We write to taste life twice, in the moment and in retropect.” Anais Nin

:)

Follow Me

Blog Archive

  • ►  2023 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
  • ►  2019 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (29)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (8)
    • ►  April (2)
    • ►  March (5)
    • ►  January (9)
  • ▼  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ▼  February (1)
      • Waktu
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2014 (12)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  August (6)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)

Popular Posts

  • Kulo Dereng Saget
    Dulu, beberapa kali bapak pernah bilang “sekarang kalo ngomong pake bahasa jawa. Masak orang jawa nggak bisa bahasa jawa. Masak tingga...
  • Bahasa Jawa Dalam Percakapan
    Saya bukan orang yang pintar berbahasa jawa. Saya lagi belajar, memperlancar. Postingan berbau bahasa jawa ini saya ambil dari ucapan seh...
  • 2 Nyawa dan Banyak Harapan yang Ingin Ku Jaga
    Sebagai orang yang sebenarnya suka berada ditengah perkumpulan walaupun tak banyak bicara, aku sedih melewatkan moment kumpul keluarga kemar...
  • Bangganya MengAsihi
    Dulu sewaktu hamil pengen banget rajin journaling buat mengenang proses hamil muda sampai melahirkan, menceritakan bagaimana kondisi badan, ...
  • Planning Mudik yang Berulang Kali Gagal
    Bagaimanapun perencanaan manusia, Tuhan juga lah penentunya. Oke, pembuka diatas cocok sekali dengan keriwehan ku saat mudik kemarin huhu. S...
Powered by Blogger.

Created with by ThemeXpose