instagram twitter
  • Home
  • Thoughts
  • Hobby
    • Books
    • Experience
    • Traveling
  • About
  • Contact
  • Creations

Rani Wijaya

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospect.” ― Anaïs Nin

Hallo Rani, ini kedua kalinya Rani yang dulu nulis surat untuk kamu, Rani yang sekarang. Ternyata baca surat yang ditulis dan dituju ke diri sendiri itu lucu juga. Setelah sebelumnya kamu ragu menulis surat untuk diri sendiri itu seperti apa tapi toh pada akhirnya kamu berhasil menulis untuk pertama kalinya. Dan ketika kamu membacanya beberapa bulan kemudian ternyata bikin senyum-senyum sendiri, melihat tingkah laku diri sendiri di masa lalu. Kamu pun berpikir dibaca hanya jarak bulan saja jadi geli-geli gini, gimana besok bacanya saat tahun-tahun berlalu ? :)

Sama seperti sebelumnya, disurat ini kamu bakal baca kegiatan seharian Rani yang dulu, di tanggal 17 Juni 2017.

Rencana kegiatan kamu disabtu hari ini adalah cuci baju sekeluarga. Jadi sehabis bangun tidur kamu langsung ngerendam pakaian. Niatnya nanti mau dicuci setengah jam-an lagi, tapi ternyata waktu lagi ditinggal nyapu rumah, bapak masuk kamar mandi dan dicucilah itu pakaian sama bapak ._.

Tugaspun berubah, dari nyuci pakaian menjadi nyapu halaman rumah. Karna cuci pakaian diambil alih bapak, ibu meminta kamu menyapu halaman barat rumah, yang nggak kalah menguras energi. Tapi berhubung hari ini kamu nggak puasa jadi kalau kelelahan bisa istirahat minum.

Mumpung masih pagi, jam 9 kurang 15 menit kamu pun bergegas untuk mulai menyapu. Walaupun daun kering tak sebanyak biasanya tapi kegiatan menyapu halaman rumah tetap menjadi kegiatan yang paling melelahkan. Untungnya halaman rumah teduh jadi panasnya matahari tidak terlalu mengganggu.

Setengah jam berlalu, munculah si adek, Ian. Dia memanggil sambil memberikan jempol, cengengesan dan kamupun berkata “huu bantu sini dek, kamu kan tadi juga disuruh ibu nyapu. Malah main...”

Sambil ketawa-ketawa akhirnya dia mengambil sapu lidi juga dan ikut membantu, sebentar. Karena memang sebagian besar halaman sudah kamu sapu. Seusai menyapu kamu dan Ian berusaha untuk membakar sampah kering bermodal korek gas.

“ambil lilin sana dek, panas kalo pake korek gas terus,” kata mu saat itu.

“gak usah, sini aku aja. Kamu tu yang nggak bisa. Pake daun pisang kering ini lhooo” jawab si Ian. Lama Ian mencoba tapi gagal terus, akhirnya kamu memutuskan mengambil lilin di dapur dan daun pisang yang kering yang lain. Kamupun ikut mencoba menyalakan setelah eyel-eyalan cara yang benar untuk memulai menyalakan api pada tumpukan sampah. Sampai akhirnya, “yeey aku kan yang bisa nyalain” ujar mu saat itu Ran sambil tertawa.

“ini punyaku juga nyala,” kata Ian nggak mau kalah. Haha. Duh saat-saat seperti itu adalah saat yang paling berharga bisa ketawa-ketawa sama Ian. Ejek-ejakan. Eyel-eyelan. 

Saat kamu membaca ini masihkan kamu sering eyel-eyelan dengan si Ian, Ran? Atau dia sudah sibuk sendiri dengan teman-teman yang mulai beranjak Dewasa?

Satu tumpukan sampah teratasi, masih ada dua tumpukan sampah yang harus dibakar juga. Kamu dan Ian mencoba dengan cara yang sama untuk menyalakan api, tapi gagal terus sampai akhirnya Ian nyerah dan masuk rumah. Mungkin dia lelah, karena Ian puasa. Sementara kamu masih bersikukuh untuk membakar dua tumpukan sampah sendirian. Berulang-ulang dicoba tapi nggak nyala-nyala juga. Akhirnya kamupun ikut nyerah dan masuk rumah. Lelaaah.

Di dalam rumah, ibu lagi membuat kue semprit untuk lebaran di depan TV. Seperti biasa selain menonton TV menunggu untuk mandi, kamu juga melihat ibu mengadoni bahan-bahan kue. Ian juga di depan TV, galau memikirkan ‘nanti aku naik nggak ya?’ haha :D

Oiya hari itu adalah hari penerimaan raport. Kamu diminta bapak buat mengambilkan raport Ian. Jam 2 siang. Dan ini untuk pertama kalinya kamu mengambilkan raport si adek hehe.

Waktu jam mulai menunjukan pukul 12, kamu bergegas mandi. Seusai mandi, bapak minta di keroki. Ternyata bapak masuk angin. Selesai mengerokin, kamu siap-siap untuk ke SMP nya Ian. Nyetrika baju, dandan, dan cuuus pergi.

Kamu sampai di SMP tepat waktu, karena begitu kamu parkir di depan kelas pas banget waktu bu wali kelas masuk ke ruangan. Bergegaslah kamu ikut masuk ruangan, ternyata di kelas sudah penuh bapak-ibu orangtua siswa. Dan kamupun yang paling muda,,, kkk~ ‘jadi begini toh rasanya mengambilkan raport si adek’ ujarmu dalam hati.

‘Kok ini turunnya jauh sekali ya. Naik tapi turun’ Kata Bu guru waktu kamu maju ke depan untuk mengambil raport ian.

Seusai menerima raport, kamu bergegas pulang. Sampai dirumah Ian masih tidur dan kamu sibuk dengan grup chat yang membahas laporan PKPA. Ohiya ran, liburan kali ini mungkin bisa dibilang liburan yang paling nggak tenang. Karena ditengah-tengah liburan ini kamu dan teman-teman masih harus mengurus laporan PKPA, diskusi PKPA, belajar untuk ujian kelulusan belajar untuk tes toefl. Semua dealine itu adalah minggu pertama bulan Juli, sedangkan sudah dari minggu kemaren kamu dan teman-teman sudah mudik ke kampung halaman masing-masing dan kembali ke Jogja di awal Juli. Jadi mau nggak mau, belajar dicicil dari libur puasa ini dan laporan di bahas di grup whatsapp.

Rani, untuk semua deadline kegiatan itu kamu selalu mengatakan untuk dinikmati karena liburan ini adalah liburan terakhir diperkuliahan. Tahun depan sudah nggak kuliah dan nggak bakal ada dealine kuliah semacam ini. Deadline-deadline semacam ini bakal kamu rindukan tahun depan Ran. Huhu.

Saat kamu membaca ini, sudah kah kamu lulus Ran? Gimana, rindukah kamu pada tugas-tugas semasa kuliah? Adakah pekerjaanmu sekarang menuntutmu mencari jurnal sama seperti saat kuliah? Aku harap saat kamu membaca ini, kamu mendapati pekerjaan yang kamu idam-idamkan! :)

Malam makin larut Rani, dan suratpun makin panjang saja. Untuk selanjutnya aku singkat aja Ran,,, jadi singkat cerita di sore hari itu kamu tidur sebentar lalu dibangunkan ibu untuk menyiapkan minuman untuk berbuka. Setelah berbuka seperti biasa bapak ibu Ian mengambil posisi masing-masing di depan TV. Tiduran. Ohiya Hari ini adalah hari ulang tahun bapak. Nggak ada perayaan spesial, hanya kita bertiga (Ibu, Ian dan Kamu) mengucapkan selamat dan memberi doa yang terbaik. Tak lupa, cium kening bapak.

Sisanya, kamu melewati malam ini dengan menulis surat ini, menyelesaikan tantangan menulis.

Nah, Rani yang dulu sedang menulis surat ini di dalam kamar untuk Rani yang sekarang. Kalau Rani yang sekarang sedang apa kah? Bagaimana kabar Rani sekarang? Masihkan Rani yang sekarang memikirkan seseorang disana yang beberapa bulan ada dipikiran Rani yang dulu?


Saturday, June 17, 2017 1 komentar
Yang pengen aku temui akhir-akhir ini?


Girls’ Generation!!      



Karena, aku ngefans...

Karena, mereka sudah lama nggak comeback ...
Karena, aku nggak pernah ketemu mereka ... 
Thursday, June 15, 2017 1 komentar
Dari sekian banyak peristiwa yang berhubungan dengan orang lain yang berakhir dengan perdebatan dalam diri “Aduh! Malu! Harusnya aku nggak usah begitu tadi!” nggak seberapa dibanding dengan kejadian satu ini. Kejadian yang berhubungan dengan ujian pra-praktek saat kuliah. Sebenernya setiap kejadian yang memalukan selalu aku atasi dengan percaya pada quote “20 tahun dari sekarang, kau akan lebih banyak kecewa akan hal-hal yang pernah tak kau lakukan, ketimbang sebuah kesalahan (memalukan) yang pernah kau lakukan.”
Tapi berbeda dengan kejadian satu ini. Kejadian ini terjadi waktu ujian pra-praktek. Waktu itu ada soal perhitungan, aku berani bilang angka yang aku hitung dari perkalian dan penjumlahan saat itu tepat. Tapi sayangnya aku nggak berani bilang kalau angka yang aku tulis dilembar jawaban adalah angka hasil perhitunganku. Ibarat aku menghitung dengan tepat penjumlahan 3 + 5 = 8 tapi yang aku tuliskan dilembar jawaban adalah 15. Kesel.
 Sisa waktu yang tersedia saat itu sudah kugunakan untuk meneliti kembali hasil kerjakanku. Tapi sayangnya sampai waktu habispun angka 15 tak berhasil menyita perhatianku untuk diganti. Sampai akhirnya ketika diluar kelas, ketika ada yang membahas hasil jawaban soal, ada yang menyebutkan angka 8, sedangkan aku mulai menyadari kesalahanku. “eh?! aku nulis 15. Aku ngitung tadi bener 8 tapi kalo nggak salah aku nulisnya 15.” “eh? Aku salah nih?”
Lama setelah ber ‘eh-eh’ ria dan menyesali, akhirnya kata “aku malu sama diriku sendiri” terucap, malu karena gagal menjawab soal sederhana yang aku paham konsepnya tapi salah saat menjawab karena kurang teliti. Uh! Malunya tuh di diri sendiri! 
Wednesday, June 14, 2017 No komentar
“Mataku jadi sembab biasanya kalau gitu. Tiap malam ngalir gitu aja. Jadi nggak fokus.
Banyak ketawanya padahal sedih rasanya”
“Iya! Ngalir gitu aja. Tapi yang pasti kalau aku jadi males ngapa-
ngapain. Nggak semangat. Pengen nangis tapi nggak bisa”
“Nyesek. Gini banget ya kehilangan yang kita sukai? ”
“Terdengar berlebihan. Tapi kenyataan”
“Haha. Badai pasti berlalu”
“eh, tapi dulu aku pernah nangis marah gitu. Parah nyeseknya.
Untuk sesuatu yang bener-bener aku sukai, yang aku jaga”
“kali ini benda?”
“iya! Bandana yang aku beli udah dari lama. Bandana favorit. Patah dan
 nggak mungkin disatuin”
“I feel you. Akupun pernah begitu. Untuk sesuatu yang hilang karena keteledoran sendiri.”
“kalo bisa diulang pasti deh sebisa mungkin aku cegah buat kehilangan itu”
“let it go, toh tidak semua sebab yang meninggalkan akibat.
Lambat laun toh kita bisa mengatasi itu?”

“favorite!”
Wednesday, June 14, 2017 No komentar
            Dibanding adik dan bapak, jujur saja aku bukan orang yang telaten mengurus binatang. Hmm, tapi itu mungkin karena binatang yang di pelihara sejauh ini adalah ayam dan burung dara. Kan, bukan aku (cewek) banget! Pernah sih pelihara ikan, tapi itu juga karena kerjaan si kecil yang suka beli ikan di sekolahnya. Bermodal uang sangu yang nggak seberapa si adik bakal pulang dengan kantong plastik berair yang ada ikannya, kecil. Peliharaannya itu nggak bakal tahan lama. Karena tiap saat dilihatin, dikasih makan trus di pegang-pegang. Bisa ditebak? Ikan itu hanya bertahan beberapa hari, mati.
Nah kalo dikasih kesempatan bebas buat memelihara lima hewan yang ada di bumi ini, aku bakal pilih elang, burung kecil yang berwarna (apaan?), beruang, kelinci, dan kanguru! Aku pilih elang karena dulu waktu kecil setiap ke kantor bapak ada elang yg dipelihara dan itu selalu menjadi daya tarik anak kecil untuk melihatnya. Termasuk aku. Untuk burung kecil yang berwarna— yang akupun tak bisa menyebutkan apa karena tak tau jenis burung, rasanya seru melihat burung warna warni di kandang yang di dalam khayalanku adalah berupa taman yang di pagari. 
Sedang untuk beruang, aku hanya membayangkan seperti di novel The Golden Compass. Beruang yang berbadan besar itu bisa menggendong kita dipundaknya dan berlari kencang. Seru!
Sementara alasan untuk memelihara kelinci dan kanguru adalah karena mereka hewan lucu dan cocok diperlihatkan pada anak kecil. Kelinci, yang akan berlarian ke arah kita ketika kita membawa  santapannya. Dan kanguru, yang bakal lompat-lompat sambil mengantongi anaknya. 
Wednesday, June 14, 2017 No komentar
Panggilanku Rani, lengkapnya Anggraeni Dwi Wijayanti. Akun sosial mediaku Rani Wijaya. Bicara panggilan, mereka yang mengabsenku dengan nama Anggraeni selalu mengerutkan kening ketika ku jelaskan panggilanku Rani. "Harusnya Raeni," kata mereka. Bicara akun media sosial, ada yang pernah mengatakan Wijaya yang ku gunakan pasti berasal dari nama Prabu Wijaya, nama pemeran di sinetron Putri Yang Ditukar —saat itu sedang hits. Kenyataannya, namaku memang ada Wijayanya. Bicara wajah, pernah ada dua orang yang memanggilku Diah dan langsung mengajakku bicara. Saat itu, giliran aku yang mengerutkan kening. Ternyata mereka mengira aku Diah, kakak kandungku. Empat setengah jam yang lalu, saat aku berburu minuman untuk berbuka, aku bertemu dosen di jalan dan beliau mengatakan, "Diah ya?" —beliau pernah mengatakan wajahku seperti Diah, kakak tingkatku. Segera ku jawab, "Bukan Bu, saya Rani".
Sunday, June 11, 2017 No komentar


Tantangan kali ini bertemakan 5 fakta yang berlawanan dengan 5 opini orang lain tentang diri sendiri. Entah ini namanya Opini vs Fakta atau Opini vs pembelaan. Yang pasti tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan hari ke 8 :) dan berikut pernyataan-pertanyaan yang menurut saya adalah sebuah opini :

1. Kurus
Pernyataan itu sebenarnya sering diucapkan ibu sendiri T.T tapi selalu saya jawab masih ada yang lebih kurus dari aku di kampus, karena kenyataannya memang gitu :D.
Walaupun ini mendekati kenyataan tapi tetap saja ini adalah sebuah kalimat yang mengarah ke opini. Karena kurus atau gemuknya seseorang kan relatif (ya walaupun bisa ditentuin dari indeks BMI sih) hehe. Buat saya pokoknya ketika masih ada yang kurus dari saya maka saya meyakini fakta bahwa saya tidak kurus :p

2. Alim
Buat temen SMP yang jarang ketemu mereka sering bilang kalau saya alim, kenyataannya ....nggak bener banget. Mereka sering bilang itu karena di antara mereka hanya saya yang memakai jilbab, memang bisa diterima opini mereka. Tapi kalau sudah bergaul dengan teman-teman kampus, saya jauh dari kata alim u,u

3. Nggak bisa marah
Ada juga yang bilang saya nggak bisa marah karena memang lebih sering senyum, tapi kenyataannya saya sering nangis kok. Dan itu tandanya saya lagi marah :’)

4. Pendiam
Walaupun ada benarnya tapi pada beberapa orang saya bisa jadi banyak bicara. Faktanya saya merasa banyak bicara ketika saya merasa nyaman berteman dengan seseorang dan orang itu tidak menjudge saya pendiam :)

5. Tanyakan pada Rani
Saya merasa sedih ketika ada teman yang menganjurkan bertanya pada saya tentang obat (karena dia beropini saya pasti bisa), namun saya tidak bisa memberi jawaban. Faktanya, saya tak sepintar yang kalian pikirkan dan itu membuat saya sedih. Hiks...

***
Sekian! :)
Wednesday, January 25, 2017 No komentar


Dulu jamannya SMA ada kalanya difacebook saya berkawan dengan akun yang isinya kalimat-kalimat motivasi, yang kiranya bikin semangat selalu saya tulis di sebuah notes. Ntah sekarang notesnya dimana tapi yang pasti dari beberapa kalimat motivasi yang saya tulis itu ada satu yang paling saya ingat sampai sekarang dan berhasil membuat semangat;

“Tangga bila hanya dilihat saja Anda tidak akan pernah sampai atas, tapaki satu demi satu maka Anda akan sampai ke atas”

Dan kemarin saat beres-beres, tak sengaja saya membuka skripsi saya dan membaca bagian halaman persembahan yang dulu saya susun, ketika membaca saya tiba-tiba merasa semangat. Mungkin karena ada petikan ayat quran yang saya suka sekali artinya dan juga karena tercantum keluarga dan saudara yang layak saya persembahkan. Seperti diingatkan untuk selalu semangat atas apa yang saya tulis sendiri.



Nb: Tulisan ini untuk memenuhi writer challenge #10DaysKF kampus fiksi dengan tema, tuliskan kalimat yang bisa membuatmu kuat.
Wednesday, January 25, 2017 2 komentar


Melenceng dikit, ini bukan sesuatu yang dibanggakan namun diremehkan oranglain. Tapi ini sesuatu yang saya sukai tapi diremehkan, nggak semua orang, hanya beberapa. Saya ngerti kemungkinan mereka meremehkan karena nggak tau alasannya. Tapi enggak seharusnya mereka underestimate kepada sesuatu yang biasa saja tapi mereka anggap itu nggak biasa.

Oke, postingan ini tentang kekoreaan lagi :). Kali ini mengenai ‘kok kamu suka Girls’ Generation sih Ran?’ ‘Ada juga harusnya kamu suka Suju atau boyband yang lainnya’.

Well, here’s my answer...

Yang pernah baca buku The Secret karya Rhonda Byrne pasti setuju sama konsep ‘kalo kita menginginkan suatu hal maka sering-seringlah lihat atau membayang hal yang kita inginkan tersebut’. Nah dalam kasus saya ini saya menjadikan Girls’ Generation sebagai idol yang memvisualkan apa yang saya inginkan. Yaap! Sejujurnya saya ingin memiliki tubuh seperti mereka. Langsing, putih, cantik, ramah, dan sifat menyenangankannya mereka.

Awalnya saya hanya suka lagu-lagu Girls’ Generation tanpa tau mereka ini siapa. Kemudian saya mulai mencari tahu siapa penyanyi dibalik lagu yang sering saya putar kala itu. Akhirnya mengertilah saya siapa mereka. Mereka ternyata girl band yang terdiri dari 9 orang cewek.

Kekepoan saya terhadap mereka berlanjut sampai dengan mendownload lagu terbaru, music video dan variety show yang mereka datangi. Hasilnya? Saya terhibur sama kekonyolan mereka. Kekompakan mereka. Keakraban yang mereka tunjukan satu sama lain dan juga saling support. Sampai saya bergumam ‘seru ya punya 8 orang teman yang saling konyol seperti itu’ dan ‘aku pengen punya BB yang ideal biar kayak mereka’ :p dan point terakhir adalah point utamanya :)

Yaa... karena saya ini termasuk orang yang memiliki BB kurang alias kurus maka saya berpikir kalau saya mau nambah BB saya mau yang sebelas duabelas sama mereka :p. Jadi ceritanya biar semangat gemukin badan biar kalo nambah BB punya bayangan nanti jadinya kayak mereka gitu :p

Alhasil saya menikmati setiap music video dan konser mereka, selain karena suka sama lagu dan kekonyolan tentu karena saya ingin seperti mereka. Mereka cewek-cewek hebat yang saya jadikan idola. Sayangnya ada teman saya yang memandang aneh dan bertanya ‘kenapa sukanya cewek? Bukan cowok?’ kesan pertanyaannya itu seperti i am not normal girl.

Rasanya pengen saya jawab “helooo... ini cuma sekedar fans ya... bukan cinta. Jangan pandang ini sebagai cewek penyuka cewek. Ini kayak cewek normal yang ngefans sama Raisa, Agnes Monica, Maudy Ayunda. Nggak masalah kan ngefans sama mereka? Tapi kenapa trus mentang-mentang saya ngefansnya sama penyanyi korea cewek dipandang seperti nggak normal? Apa karena mereka terkesan lebih dari Raisa, Agnes Monica, Maudy Ayunda maka bisa di judge diberi pandangan dengan mengerutkan kening?”

Pengen deh jawab gitu, tapi karena nggak mau jadi berdebat panjang yang saya tau nggak semua orang mau mengakui kekeliruannya setelah dijelaskan maka biasa saya jawab singkat, tapi lebih terkesan keberatan “kenapa? Nggak boleh? Aku pengen kayak mereka”

Well, hemmm, buat jawab ini butuh kesabaran tingkat tinggi sejujurnya. Karena kesan mereka bertanya sudah membuat saya malas menjawab. Saya males sama orang yang dari awal sudah underestimate.

Beda kalo mereka tanyanya santai, tidak terkesan menjudge, maka saya pun biasa menjelaskan dengan gamblang alasan saya suka mereka. Dan mereka mengangguk memahami. Gimana pun saya suka lihat artis korea itu karena untuk mengingatkan diri untuk merawat diri baik dalam hal kecantikan maupun dalam kesehatan. Bukan seperti yang orang-yang-mengerutkan-alis pikirkan.

Sampai saat ini untuk urusan memperbaiki diri (baca: mempercantik) yang menurut saya kurang saya memang menghadap korea, karena memang sudah naluri cewek, siapa sih cewek yang nggak mau tampil cantik? Intinya (kalo saya) kalau bisa ditiru bagus-bagusnya ya diikuti saja tapi kalo yang tidak sesuai dan tidak mungkin dilakukan ya cukup untuk hiburan saja.

*** 

Sekarang, bukan pertanyaan ‘mengapa girlband? Bukan boyband lagi?’ yang diajukan ke saya tapi ‘kok kamu bisa gambar alis?’ dan saya jawab dengan bangga ‘iya dong kan sering lihat artis korea’ :p hihi

Monday, January 23, 2017 No komentar
Older Posts

About me


Halooo! Aku Rani~ Blog ini hanya berisikan cerita sehari-hari, ambil yang baik-baiknya aja yaaa, karenaa... .

“We write to taste life twice, in the moment and in retropect.” Anais Nin

:)

Follow Me

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  April (1)
      • Bangganya MengAsihi
  • ►  2020 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
  • ►  2019 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (29)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (8)
    • ►  April (2)
    • ►  March (5)
    • ►  January (9)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2014 (12)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  August (6)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)

Popular Posts

  • Kulo Dereng Saget
    Dulu, beberapa kali bapak pernah bilang “sekarang kalo ngomong pake bahasa jawa. Masak orang jawa nggak bisa bahasa jawa. Masak tingga...
  • Bahasa Jawa Dalam Percakapan
    Saya bukan orang yang pintar berbahasa jawa. Saya lagi belajar, memperlancar. Postingan berbau bahasa jawa ini saya ambil dari ucapan seh...
  • Planning Mudik yang Berulang Kali Gagal
    Bagaimanapun perencanaan manusia, Tuhan juga lah penentunya. Oke, pembuka diatas cocok sekali dengan keriwehan ku saat mudik kemarin huhu. S...
  • Bangganya MengAsihi
    Dulu sewaktu hamil pengen banget rajin journaling buat mengenang proses hamil muda sampai melahirkan, menceritakan bagaimana kondisi badan, ...
  • 2 Nyawa dan Banyak Harapan yang Ingin Ku Jaga
    Sebagai orang yang sebenarnya suka berada ditengah perkumpulan walaupun tak banyak bicara, aku sedih melewatkan moment kumpul keluarga kemar...
Powered by Blogger.

Created with by ThemeXpose