instagram twitter
  • Home
  • Thoughts
  • Hobby
    • Books
    • Experience
    • Traveling
  • About
  • Contact
  • Creations

Rani Wijaya

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospect.” ― Anaïs Nin

Nggak terasa sekarang sudah semester tua enam, waktu berjalan sangat cepat. Kayaknya baru kemaren browsing-browsing universitas swasta di jogja yang ada farmasinya eh sekarang sudah ngurus proposal skripsi aja. Kayaknya baru kemaren pertama kali praktikum masuk laboratorium eh sekarang sudah mau KKN saja. Dan kayaknya baru kemaren ngobrol-ngobrol tentang gebetan eh sekarang ngomonginnya udah tentang pernikahan aja.

Nggak bisa dielak lagi waktu memang berjalan sangat cepat. Semua berjalan sesuai waktunya. Di semester ini memang sudah waktunya ngomongin KKN, proposal skripsi dan sesekali pernikahan seperti ‘dia udah mau nikah?’

Kalo dulu biasanya kumpul dengan teman hanya untuk sekedar main; sekarang kumpul-kumpul itu nggak lain adalah untuk membagi undangan pernikahan bahkan kumpul untuk rapat pernikahan teman sendiri.


Memang sudah harus ditahap inikah para remaja tua yang menginjak usia 20an?

2 Juni 2015
#nulisrandom2015
Friday, June 05, 2015 No komentar
Hai June!

Sebulan kedepan bakal ngepost blog tiap hari, insyaallah hihi dan dimulai hari ini. Yap! Tulisan kali ini adalah untuk meramaikan tantang #nulisrandom2015. Baru kali ini ikut tantangan seperti ini, sebelumnya udah pernah tau ada tantangan semacam ini tapi nggak sempet ngikutin karena berbagai alasan yang diciptakan, diantaranya adalah aku sibuk ini itu gimana mau nulis, nggak ada paketan pulakan. Dan yah akhirnya wassalam, melewatkan kesempatan emas.

Nah sekarang kesempatan ini muncul lagi, jadi nggak bakal disia-siain. Btw, kenapa tantangan ini dibilang kesempatan? Well, karena dengan adanya tantangan menulis setiap hari ini blog saya bakal terisi terus :p haha. Seneng aja kalo blog ini ada yang baru, sebelumnya kan cuma nargetin tiap bulan seenggaknya diisi dengan dua postingan, itupun kadang nggak terpenuhi, hiks, karena........... karena............. ya selain sibuk nggak ada dorongan juga karena nggak pernah meluangkan waktu. Kadang sering banget pengen nulis tapi yang ada cuma tugas aku yang lebih penting menunggu! sampai akhirnya lupa sama keinginan buat nulis.

Nah! Adanya tantangan #nulisrandom2015 seenggaknya bakal memaksa saya buat nulis, apapun itu. Yeaay! Berhubung namanya aja #nulisrandom2015 maka hal apapun bakal ditulis, terlebih dibulan Juni ini bakal diisi dengan kewajiban mengedit proposal skripsi, KKN, UAS dan yang pasti puasa ramadhan jadi kebayang sudah tantangannya. Insyaallah semuanya bakal tertuang dalam rangkaian kata yang bakal di posting di blog ini.

Semoga bisa, harus bisa, harus bisa!! Karena dengan adanya tantangan ini bakal terlihat bagaimana caranya saya meluangkan waktu untuk menulis di antara aktivitas-aktivitas yang lain, karena konon katanya buat jadi penulis itu harus menyediakan waktu setidaknya satu jam perhari untuk menulis hihi


So let’s do that Rani!

#nulisrandom2015


Monday, June 01, 2015 No komentar
Semua pasti setuju kalau ide menulis itu bisa datang kapan aja, dimana aja, dan dalam situasi apapun. Ide datang sesuka hati, dan biasanya sekali datang pasti dengan topik yang up to date, sesuai apa yang dilihat dan dirasakan. Ide datang dengan menyulutkan perasaan menggebu-gebu ingin segera dituangkan dalam rangkaian kata, namun apa yang terjadi adalah sebaliknya. Saat ide datang tidak sedikit orang yang “terserang” ide ini akan mengalami kesulitan. Kesulitan dalam merealisasikannya karena sedang berkutat dengan hal yang lain, hal yang tidak mungkin untuk ditinggalkan. Dan saya adalah salah satu yang mengalaminya. Yap!

Buat saya yang baru saja menyelesaikan Ujian Tengah Semester ini, yang malam ini duduk di depan laptop, yang sedang mengetik tulisan ini, sedang berusaha mengingat-ingat ide apa saja yang sudah saya dapatkan sewaktu malam-malam kemarin, saat saya sedang berkutat dengan lembaran-lembaran materi ujian. Ide-ide yang malam-malam sebelumnya berseliweran di benak saya saat saya sedang mencoba konsentrasi dengan materi ujian kini hilang entah kemana.

Ulala..... beginikah ide?? Beginikah tingkah lakumu disaat saya sedang free T.T disaat saya sedang tidak memikirkan yang lain kau malah menghilang. Kini saya berusaha mengingat topik-topik yang kemaren sedang hangat tapi tak kunjung mendapat mu ide, kalaupun dapat hasrat buat menuangkan dalam kata-kata terasa begitu sulit. Ideeeeeeeeeeeeee......... dimanakah dirimu??

Inikah balasan mu karena aku tak sedikitpun menulis tentang kau saat kau datang kemaren. Ah ya,,, aku tau,  seharusnya aku menulismu dalam handphone ku kemaren kan ya? walau itu hanya satu dua kalimat. Buat apa aplikasi note yang ada di handphone kalo tak kau manfaatkan? – mungkinkah itu yang ingin kau sampaikan padaku ide?

Aku tau ini bukan salah mu karena akupun menyadari dari dulu kalo kau ide akan datang sesuka hati, datang kapan saja. Kukira dengan menyimpannya dalam benakku kau akan datang kembali ketika aku free tapi ternyata aku salah. Aku salah. Kau ide, sudah tenggelam dalam benakku. Tenggelam dibawah materi ujian yang tak mampu kau tahan.

Baiklah ide, karena kau tak kunjung datang sampai tulisan ini akan berakhir, aku hanya bisa memposting topik tentang kau. Aku akan mulai menyibukkan diri lagi. Kau, datanglah saat itu. Saat kau datang, percayalah aku akan menulismu dalam selembar kertas atau dalam handphone ku.


Datanglah ide, datanglah.
Wednesday, April 22, 2015 No komentar
Kenapa buat ke pulang bentar ke purworejo rasanya ada aja halangannya :( kenapa dengan jarak yang bisa ditempuh dalam waktu 1,5-2 jam dengan kendaraan bermotor cuma bisa dilakukin maksimal 2 kali dalam setahun :(

Saya kangen purworejo,

Purworejo adalah kota kecil yang berada di jawa tengah. Terletak di barat yogyakarta, terkenal dengan panggilan kota pensiun. Nggak banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi disana tapi berhubung itu adalah kota kelahirannya saya maka kota itu spesial buat saya. Kota dimana saudara (pakde, budhe, bulek, paklek, simbah, ponakan, sepupu dll). Kota yang setiap tahun pasti saya kunjungi dalam rangka mudik idul fitri.

Ibu dan bapak rutin tiap 2 atau 3 minggu sekali pasti pulang ke Purworejo. Pulang buat nengokin simbah atau sekadar membersihkan rumah. Adek yang paling kecil juga sering ikut ibu-bapak pulang ke purworejo, sedangkan mbak walaupun nggak sering tapi pasti setidaknya dalam setahun bisa lebih dari 2 kali ke purworejo, begitu pula adek yang satu lagi. Sedangkan saya, saya yang paling jarang pulang ke purworejo. 

Sedih. 

Banget.

Kalau bicara waktu bukannya nggak ada hari libur. Bukan. Tanggal merah bahkan bertebaran setiap bulan tapi sayangnya tanggal merah adalah tanggal dimana saya harus bekerja paruh waktu. Itulah masalahnya. Jadi satu-satunya waktu yang pas buat pulang ke Purworejo adalah saat liburan lebaran tiba. Saat kerjaan juga diliburkan, dan itu terjadi hanya satu kali setiap tahun, kan?

Mungkin ada waktu yang bisa memaksa, benar-benar memaksa bisa pulang, untuk pulang kesana seperti melayat saudara yang meninggal seperti saat simbah meninggal. Sore dikabari dan saat itu juga beberes untuk pulang dimalam hari. Tengah malam.

Tapi pasti bukan itu yang diinginkan. Pulang karena sesuatu yang benar-benar menyedihkan. Bukan, tidak sama sekali.

Pengennya pulang ke purworejo itu dalam rangka benar-benar liburan. Sayangnya itu jarang bakal kejadian, bahkan di moment ini.

Yap, dari akhir tahun 2014 kemaren sudah ada rencana buat pulang ke Purworejo buat ngehadirin pelantikan si adek. Jauh-jauh hari bahkan bulan sudah saya pastikan acara yang akan dia adakan pada tanggal 11 April adalah  hari sabtu terakhir sebelum ujian tengah semester. Saya sudah merencanakan buat bolos di hari itu. Bolos satu hari nggak bakal ngefek ke nilai akhir kok, ya kan??  #tapisemuaberubah.

Saat tahu jadwal disemester enam tidak ada jadwal praktikum di hari sabtu saya tambah yakin bahwa bolos adalah pilihan yang tepat. Demi adek. Demi Purworejo. Dan demi kangennya saya. Tapi saat saya tahu di hari sabtu ada jadwal mata kuliah farmakogenetik saya mulai gelisah. Karena ini adalah mata kuliah penunjang skripsi saya besok. Belum lagi mahasiswa yang mengambil makul ini hanya empat orang. Jadi kalau satu nggak hadir bakal ketahuan banget, Nasib....

Berharap satu-satunya hal yan bikin gelisah galau merana buat bolos di tanggal 11 april adalah yang itu tadi. Tapi ternyata tidak. Memasuki kuliah disemester enam ternyata ada beberapa kegiatan di hari sabtu yang memaksa meninggalkan makul farmakogenetik tersebut. Ahhh. Terpaksa bolos bahkan sebelum tanggal 11 april. Dari 7 pertemuan yang harusnya bertatap muka dengan dosen farmakogenetik hanya bisa di realisasikan menjadi 3 kali pertemuan. Sisanya,,, tidak hadir. 1 kali pertemuan tidak hadir karena harus ikut meramaikan rangkaian milad prodi saat itu. Sedangkan 3 pertemuan terakhir merupakan jam kosong (kosong karena dosen ada kegiatan lain, bertepatan saat tanggal merah dan saat ada pembekalan kkn) yang bakal di rangkap menjadi satu pertemuan di tanggal 11 april besok. Empat kali tidak hadir artinya tidak memenuhi syarat untuk ikut UAS :( Dan inilah yang bikin nyesek :( sudah berusaha menghubungi ibu dosen untuk dimajukan hari jumat tapi ternyata tidak bisa. Oh, sakitnya tuh disini.

Soooo, apa yang harus saya lakukan? Haruskah saya membatalkan acara tanggal 11 April besok. Haruskah saya merelakan untuk masuk kuliah demi presensi yang dirangkap 3 kali. Haruskah saya merelakan acara yang bahkan dari akhir tahun 2014 sudah saya (khususnya keluarga) rencanakan?

Dek,,, aku pengen lihat waktu kamu pelantikan. Aku pengen lihat moment dimana salah satu cita-cita mu tercapai.

Farmakogenetik,,, akupun tak ingin meninggalkan mu. Aku tak mau meninggalkan kesan seakan aku menduakanmu, tapi Adit,,, adalah orang yang tidak ingin ku kecewakan saat hari pelantikannya nanti.


Salam.
Wednesday, April 08, 2015 No komentar
Candi Abang

Welcome back to the temple! Yeay...!

Setelah mengunjungi Candi Sambisari kini akhirnya saya berhasil menjajaki Candi Abang. Yeay! Berawal dari memposting foto adek yang udah duluan ke Candi Abang di instagram, akhirnya saya ke Candi Abang. Foto yang di posting di instagram adalah foto adek yang siang sebelumnya ke Candi Abang sama temen-temennya naik sepeda, dalam rangka mengisi liburannya. Waktu pertama kali si Ian bilang mau ke Candi Abang naik sepeda ekspresi saya waktu itu setengah terkejut, maklum bocah SD, kuatir “itu jauh dek... jalanan juga masih jelek lhooo. Batu-batu tok. Nggak ada candinya. Cuma bukit tanah kayak teletubbies.” Nah saya tau di Candi Abang nggak ada bangunan utuh candi dan hanya adanya bukit tanah teletubbies dari hasil browsing. Sebenernya setelah dari candi sambisari saya browsing-browsing cari tahu candi mana lagi yang bagus buat dikunjungi. 

Selama browsing saya nemu Candi Abang yang letaknya nggak begitu jauh dari rumah. Cuma di berbah, itu adalah hal yang menarik hihi. Tapi ternyata dari hasil browsing cerita orang yang sudah pernah ke Candi Abang di tahun 2012 mengatakan kalo medan yang harus ditempuh buat ke Candi Abang lumayan sulit. Karena harus melewati jalan bebatuan di tengah hutan, yang akan berbahaya bagi mesin motor matic kalo gesekan. Lagipula, orang yang berkunjung kesana masih sedikit. Jadi saya waktu baca itu bayanginnya serem. Lewat hutan dulu, sepi pengunjung, dan nggak ada candinya. Kan serem?? Tapi hal lain yang menarik adalah waktu dikatakan bila sudah sampai di sana dan naik bukit teletubbies bakal bisa lihat daratan kota jogja. Indah. Rasa lelah akan terbayar ketika berhasil sampai di lokasi. Seru kan?? Tapi tetep kalo bayangin harus lewat hutan yang masih sepi pengunjungnya juga serem-serem gimana. Jadinya waktu tau Ian mau kesana kaget, berusaha nakut-nakutin biar dIanya nggak jadi haha tapi saya tau itu adalah hal yang mustahil. Biasa,, anak kecil kalo dilarang malah kayak disuruh “yo gapapa,, rame-rame kok”

Singkat cerita siang hari Ian ke sana sama teman-temannya. Malam harinya foto hasil narsisnya dia dengan teman-teman saya upload ke instagram. “banyak orang kok mb yang kesana. Jalananya juga nggak ngeri” kata Ian malamnya menceritakan liburannya siang kala itu.
Liburan ala anak-anak SD-SMP

Esok harinya waktu di kampus Dwi datang menghampiri saya “Jadinya mau liburan kemana nih? Tinggal sehari doang”
“Terserah, ke air terjun yang kamu bilang kemaren itu gapapa. Tapi siang mungkin baru bisa”
“kamu habis dari Candi Abang kan? Kita ke sana aja gimana?”
“enggak, itu adekku yang kesana aku mah cuma upload foto doang. Ya yuk kesana. Tapi siang bisanya gimana?”
“ok aku juga bisanya siang”
‘ok sip”

Kira-kira itu adalah awal percakapan waktu memutuskan bakal kemana kami untuk menghabiskan liburan semester 5 ini. Sore hari saya dan teman-teman yang berjumlah 3 orang akhirnya melakukan perjalanan ke Candi Abang. Berbekal petunjuk google maps kami memulai liburan untuk akhir dari libur semester kali ini. Setengah perjalanan bahkan lebih nggak ada aneh dari petunjuk arah  maupun kami. Tapi ketika layar hp menunjukkan posisi kami yang sudah dekat dengan Candi Abang sesuatu yang aneh terjadi. Well, petunjuk dari google maps mengarahkan kami ke suatu rumah yang harus dilewati untuk sampai ke Candi Abang. Berhubung di depan rumah itu memang ada jalan yang seperti jalanan yang memang dapat dilewati saya memberitahu teman yang memboncengi saya untuk belok ke arah depan rumah itu. Tapi belum sempat belok, teman saya yang lain bertanya keyakinan saya buat lewat jalan depan rumah orang itu. “eh emang lewat situ ran? Kayaknya itu nggak bisa di lewati motor deh. Lagian masak lewat rumah orang?”

Saya, yang sebelumnya membaca kalo medan yang harus ditempuh memang bukan medan biasa merasa arah yang ditunjukan oleh google maps bener-benar saja “iya, lah ini arah suruh lewat sini”
“yakin? Tapi itu rumah orang loh!!”
“iya sih, tapi nih google maps gini” sambil lihatin hp ke arah teman saya.
“tanya orang aja deh. Dari pada salah”

Akhirnya kami bertanya pada seorang ibu yang sedang menjaga kambingnya makan rumput. Dari penjelasan ibu tersebut benarlah kalo jalan yang ditunjukin google maps tadi salah. Gubrak!! Jadilah kami ketawa-ketawa di sepanjang sisa perjalanan awal. Hahahaha ya kali kami mau nerobos rumah orang buat ke Candi Abang. Nothing perfect, terlebih google maps. Hihi pelajaran liburan kali ini, jangan 100% mengandalkan google maps.

Hanya perlu waktu 3 menit buat sampai ke Candi Abang dari rumah yang ditunjuk google maps tadi. Hihi. Kami berhasil ke Candi Abang dengan bantuan ibu tadi hihi matur nuwun ibu :)

Sesampainya di lokasi kami perlu memarkir motor terlebih dahulu lalu melanjutnya ke lokasi candi dengan jalan kaki. Saat jalan kaki itulah kami melewati batu-batu besar yang jalannya semakin lama semakin tinggi. Mungkin jalan inilah yang dimaksud oleh blogger yang saya baca sebelumnya. Untuk ke lokasi candi tidak lagi ditempuh dengan motor, tapi dengan jalan kaki. Untuk motor disediakan parkir di bawah. Dengan begini memang tidak akan mengalami kesulitan untuk menempuhnya. Jalan yang ditempuh untuk sampai ke candi tidak jauh. Hanya perlu waktu sekitar 5 menit. Sesampainya disana ternyata terbilang masih banyak orang yang mengunjungi candi mengingat saat itu sudah sore, sekitar pukul setengah 5 sore.
Jalan menuju bukit teletubbies

Memang hanya ada bukit hijau di tengah hamparan rumput hijau. Tidak ada candi utuh. Sama seperti yang diceritakan dalam blog. Sebenarnya tanpa perlu saya naik kebukit pun hamparan daratan jogja sudah bisa terlihat apik, tapi nggak afdol kalo nggak naik ke bukit yang konon katanya itulah tempat Candi Abang berada, tepatnya reruntuhannya. Kenapa runtuh konon katanya karena batu untuk membuat Candi Abang, batu bata, tidak sekokoh seperti batu yang digunakan untuk membangun candi lain seperti candi borobudur, candi prambanan dll. Karena itulah warna abang di dapat dari batu yang digunakan untuk membangun candi. Untuk lebih jelas mengenai ceritanya dapat lihat disini.
Bukit teletubbies a.k.a Candi Abang

Butuh kehati-hatian untuk naik ke atas bukit yang seperti rumah teletubbies itu karena tidak ada tangga. Hanya bermodal batu-batu candi yang ada di tanah itu pengunjung dapat ke atas. Di atas bukit, nggak ada yang dilakuin selain menikmati indahnya jogja dan berfoto-foto ria! :)
Perjuangan naik ke bukit.

Saat semua berhasil ke atas bukit.



Menikmati indahnya jogja di sore hari, Candi Abang ini recomended banget buat suka pemandangan alam. Terbentang hamparan sawah yang hijau dan pemandangan gunung. Semua  bisa dinikmati di Candi Abang ini. Pasti bakal lebih bagus lagi kalo lihat sunset disini. Sayangnya nggak sampai matahari tenggelam saya dan teman-teman memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang menuju parkir motor masih ada beberapa orang yang sedang berjalan berlawanan arah dengan kami, yang berarti sedang menuju candi tersebut. Dan juga tak sedikit yang baru saja memarkirkan motornya saat kami hendak mengambil motor. Intinya, Candi Abang kini sudah tidak sesepi seperti yang dicerita oleh blogger dan jalannya tidak sesusah yang digambarkan sebelumnya. Ya mengingat blogger itu bercerita saat tahun 2012 hihi

Akhirnya, begini lah saya mengahabiskan sisa liburan semester ini. Buat yang suka mengunjungi candi-candi, Candi Abang wajib dikunjungi. Karena Candi Abang beda dengan yang lain, seriously :).

Dan...

Sekarang waktunya mempersiapkan waktu kuliah kembali. Berhubung besok rabu sudah mulai kuliah. Kuliah di semester enam. Semester dimana saya akan KKN dan membuat proposal penelitian. Welcome sixth semester :D be nice please :)



Monday, March 02, 2015 No komentar
Museum Dirgantara

Ini bukan lagi kunjungan yang pertama, kedua atau ketiga kalinya. Bukan!! Ini adalah kunjungan yang ke sekian kali −dalam hitungan puluhan :D

Pertama kali ke Museum Dirgantara ini waktu masih kelas 4 SD di purworejo. Dan sampe sekarang udah kuliah masih suka kesini hihi terbukti liburan semester 5 ini masih aja kesini. Museum Dirgantara ini letaknya di komplek AURI di Jogja. Cuma butuh waktu 5 menit buat kesini dengan sepeda motor *kalo dari rumah saya.

Sebagian halaman depan museum dirgantara.
Dulu waktu pindah ke SD Adisucipto, sama teman-teman sering banget kesini (gratis karena SD nya ada dikomplek Adisucipto). Museum ini jadi tempat wisata andalan kalo ada tamu yang berkunjung ke rumah. Isi Museum ini adalah pesawat-pesawat lawas nan antik yang sudah tidak digunakan. Museumnya cocok banget buat wisata anak-anak yang suka sama pesawat karena beberapa pesawat bisa dinaiki, tapi tidak terbang loh ya. Selain pesawat ada juga alat-alat jaman dulu yang digunakan saat mengudara. Ada alat perang juga seperti pistol beserta peluru-pelurunya. Juga tentara-tentara dalam bentuk foto yang berjasa dalam menjaga indonesia dari sebelum merdeka sampe sekarang,  macam-macam seragam yang digunakan TNI-AU dalam bertugas, peta daerah tempat TNI bertugas, ruang diorama, dan yang terakhir kemarin ada ruang teather. Tapi terakhir kesana belum di jalankan.

Sumpah palapa di dalam ruang diorama.
Banyak fasilitas yang ditambahkan diMuseum Dirgantara ini dari tahun ke tahun bila dibandingan waktu pertama kali berkunjung, sekitar tahun 2002. Kalau liburan tiba, Museum ini nggak pernah absen dikunjungi oleh wisatawan anak sekolah.

Nah alasan saya liburan kemarin kesini karena ada teman saya yang belum pernah kesini. Karena dia orang lampung dan yang satu lagi karena yang terakhir ke sini waktu SD yang artinya udah bertahun-tahun berkunjung kesini dan yang terakhir adalah karena saya nggak pernah bosen buat ke Museum hehe. Tarif masuk keMuseum cukup 3000 perorang dan biaya membawa kamera 1000. Kalau yang datang rombongan –pakai bis tarif masuknya lebih murah. Karena kemaren bertiga dan kaminya bawa hp berkamera jadi total tarif masuknya 10000.

Waktu masuk ke Museum Dirgantara nggak ada orang selain kami bertiga, di dalam Museum yang besar seperti itu hanya kami bertiga berkeliling. Berhubung saya sangat sudah sangat biasa berkunjung ke Museum Dirgantara itu jadi nggak ada rasa takut waktu berkeliling bertiga karena memang tidak pernah ada kejadian apa-apa. Tapi tidak buat dua teman saya tadi, mereka takut saat berkeliling bertiga tanpa pengunjung lain haha. Bisa di maklumin sih karena namanya Museum adalah tempat peninggalan benda-benda zaman dulu yang pemiliknya udah nggak ada, pasti serem. Apalagi kalau suasan sepi yang mendukung pastilah rasa was-was itu ada, hiiiiii.

But so far, temen saya menikmati acara liburan ke museum itu. Setidaknya terbukti dengan foto-foto ini :D

Di depan kapal selam.


Sunday, March 01, 2015 No komentar
Candi Sambisari

Liburan kedua kali ini diputuskan ke Candi Sambisari. Candinya nggak besar kayak prambanan atau borobudur, tapi bagusnya nggak kalah loh sama borobudur dan prambanan. Candi Sambisari adalah candi yang ada di bawah tanah, tapi jangan bayangin kita bakal ke suatu lorong untuk ke bawah tanah buat lihat ini candi. 

Bukan, yang dimaksud di bawah tanah bukan seperti itu. Adakah yang berpikiran kayak gitu? Pasti ada ??! Nggak mungkin kan cuma saya yang mikir gitu waktu dibilangin kalau Candi Sambisari itu candi di bawah tanah. *cari temen.
Jadi maksud candi bawah tanah itu adalah tanah yang dulunya nutupin candi udah dikeruk, candi tetap diatas tanah *semua pasti tahu* tapi sekarang candinya kalau kita lihat ada di bawah permukaan tanah yang kita pijak.

Bingung? Lihat gih gambarnya ini biar nggak bingung bayanginnya hihi.

Gambar di ambil dari atas permukaan tanah.
Menurut sejarah, Candi Sambisari ini dulu tertutup tanah akibat letusan gunung merapi. Kalau benar adanya berarti letusan gunung merapinya dahsyat sekali. Secara letak Candi Sambisari dengan gunung merapi cukup jauh. Buat lebih jelasnya silahkan lihat history salah satu Candi hindu ini.

Letak Candi Sambisari dari rumah saya nggak terlalu jauh, kira-kira 20 menit nyampe kalo nggak pake kesasar dulu kayak kemarin. Candi Sambisari berada ditengah pemukiman warga, jadi kalau kesasar banyak tempat untuk bertanya. Atau pakai google maps juga bisa. Letak Candi Sambisari ini berada di Desa Sambisari, Kec. Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Buat masuk ke area Candi Sambisari nggak mahal, cukup dengan uang 2000 untuk dewasa dan 1000 untuk anak-anak. Waktu kesana nggak begitu banyak orang yang kesana, entah karena bukan pas hari libur atau memang pengunjungnya setiap hari hanya berkisaran 10-20an orang − karena belum terkenalnya ini candi− tapi yang pasti kalo datang ke Candi Sambisari nggak bakal kecewa kok. Setidaknya buat foto-foto hihi

Sebelum turun kebawa.
 
Waktu dibawah.
Puas banget bisa ke Candi Sambisari ini, karena begitu masuk kompleks Candinya berasa damai. Di manjakan dengan hamparan hijau dimana tengah-tengahnya ada Candi yang berukuran medium. Satu yang diingat, saat baru jalan menuju kompleks candinya rasanya sudah tidak sabar untuk berfoto-foto.

Ah~~ how beautiful that’s temple!

Buat yang lagi liburan di Jogja, jangan lupa mampir ke Candi Sambisari yaaa :)

Sunday, March 01, 2015 No komentar

Libur tlah tiba usai, libur tlah tiba usai, hati ku gembiraaaa :D horeeeee

Alhamdulilah libur sudah berakhir :) liburan semester 5 yang berkesan. Berkesan karena beberapa kali sempet main dan karena liburan ini adalah liburan tersering mengunjungi kampus hihi. Tanggal 23 febuari kemarin harusnya jadi hari pertama masuk kuliah disemester enam,  harusnya saya senang −tapi buktinya enggak begitu, saya belum punya jadwal di hari senin dan juga selasa. Saya baru akan masuk kelas mulai rabu. Rasanya ada yang kurang, walaupun senin tetep ke kampus buat lihat informasi pendaftaran praktikum, apalagi sewaktu di kampus lihat teman sekelas-dulu yang sudah ada mulai masuk kelas. Hiks,, i miss to start the class actually after the long holiday. Efek Cuma ambil 18 sks di semester ini, cuma bakal masuk kelas di hari rabu, kamis, sabtu. Hiks,,hiks,, but i feel so freeeeeeeeee,,,

Well,

Tambahan hari libur di hari senin dan selasa ini saya putuskan mematangkan cerita liburan saya hihi buat ngisi blog yang udah lama banget nggak di update.

My blog.... im coming!!!


Desa Wisata Ledok Sambi


Ini adalah acara ngecamp pertama yang saya lakuin selepas dari SMP, waktu pramuka. Excited banget waktu tau bakal kemah karena memang terakhir kemah adalah saat jaman SMP. Acara kemah ini sengaja di adain karena merupakan perpisahan dengan teman sekelas dari tahun 2012 sampai 2014. Di semester selanjutnya, semester 6, kita bakal kepisah-pisah karena adanya peminatan jurusan, hiks.

Dari pertengahan semester 5 acara perpisahan sudah dirapatkan. Beberapa pilihan agenda sudah disiapkan, antara lain ke transstudio bandung, malang, dan karimun. Tapi karena dari pilihan itu bakal menguras banyak biaya maka pilihan lain pun disiapkan. Mengingat yang penting dari acara perpisahan ini adalah kebersamaannya maka diputuskan buat cari lokasi yang di daerah jogja aja, dengan maksud biar semua bisa ikut. Nah pilihan di jogja yang di usulkan adalah di kaliurang dan di magelang *kalo ini jawa tengah sih*.  Setelah melalui beberapa kali voting dan terima usulan dari teman-teman semua sepakat kalo acara perpisahan bakal diadain di kaliurang, tepatnya di desa wisata ledok sambi. Semua sepakat karena memang pilihan terbanyak jatuh di kaliurang tapi nggak semua bisa ikut, hiks.

Acara ini sempat terancam gagal >.< Karena saat mendekati hari H ada sebuah pengumuman dari dosen kalo satu hari setelah acara kemah yang sudah diputuskan bakal ada responsi ulang ilmu resep. 

Duaarr!! 

Serasa ada bom yang meledak, tiba-tiba grup kelas di whatsapp rameeee. Ramenya bukan main. Ada yang ngusulin acara dimajuin satu hari, dimajuin sore hari itu juga *kalo ini nggak mungkin, belum siapin apa-apa*, dimundurin setelah responsi ilmu resep berakhir, dimundurin beberapa hari, sampai diusulkan batal saja. Gondok? pasti... tapi nggak ada yang salah, maklum semua ngusulin hari lain karena nggak mau nanti jadi nggak konsen ke responsi ilmu resep. Sayangnya ngusulin hari lain nggak semudah membalikkan telapak tangan, karena ada aja yang nggak bisa kalo acara diganti hari lain. Semua sudah punya acara lain yang nggak bisa ditinggalin.

Setelah melakukan rapat darurat di whatsapp diputuskan ‘terpaksanya’ acara bakal dimajuin satu hari dari agenda semula dan terpaksanya ada beberapa teman yang harus ikhlas tidak bisa ikut. Tapi sebelum keterpaksaan kala itu di tetapkan, beberapa teman coba melobi dosen, minta supaya jadwal responsi ilmu resep dimundurkan sesuai jadwal ujian ulang. Cukup satu hari untuk harap-harap cemas menunggu keputusan yang bakal ditetapkan. Akhirnya kabar gembira datang, camping sesuai jadwal semula. Horeeee!! Pihak dosen akhirnya mengalah jadwal responsi dibagi menjadi 2 kali, dosen pengertian, alhamdulilah. Akhirnya, tidak ada teman yang harus direlakan tidak ikut acara camping ini. alhamdulilahhhhh :)

Yang paling ribet dari acara camping dari dulu nggak pernah berubah, yaitu saat nentuin berapa pakaian yang mau dibawa. Sebenernya ini bawaannya cewek-cewek atau saya aja ya? Hehe soalnya ternyata waktu hari keberangkatan barang bawaan saya menjadi salah satu yang paling banyak T.T tas teman-teman yang lain pada kecil-kecil, tas ransel yang biasa digunakan waktu kuliah. Sedangkan saya? tas ransel yang saya pake adalah tas ransel pollo yang besar itu :v

Bawaan saya emang nggak bisa dibohongi sih, karena waktu camping itu musim hujan jadi saya bawa baju serep yang lebih dari cukup− ya intinya lebih banyak dari yang teman saya bawa. Juga selimut, saya bawa selimut yang tebal mengingat lokasi camping berada si daerah gunung merapi yang notabene tanpa musim hujan pun pasti bakal dingin.

Saya nyiapin barang-barang yang mau dibawa ini satu-dua hari sebelum keberangkatan, karena saking excitednya. Sedangkan berdasarkan hasil kepo, teman-teman saya nyiapin barang bawaan cuma pagi hari sebelum keberangkatan. -__________-

waktu di bis, perjalanan berangkat

Sesuai rencana kami berangkatan pukul 13.00, cuaca mendung mengiringi keberangkatan kami yang menggunakan bus tapi alhamdulilah sampai di tempat tidak hujan sama sekali. Setibanya di lokasi desa wisata ledok sambi kami harus berjalan cukup jauh untuk ke tempat camping. Lokasi camping ternyata berada di bawah, jadi kami harus jalan turun melewati tangga, jembatan, lapangan, sawah, sungai. Jalan sambil menggendong tas yang besar cukup membuat saya menyesal mengapa bawa barang banyak tapi tenda yang sudah kelihatan dari kejauhan cukup membuat semangat saya menyala kembali, tendaaaaaa im coming!!

Yang lain masih atas, udah aja yang nyebrangi sungai saking semangatnya

Setibanya di lokasi tenda berada kami berbaris untuk dibagi kelompok tidurnya, satu tenda di isi oleh 4-5 anak. Setelah dibagi kami langsung menuju tenda masing-masing untuk berbenah diri. Nggak perlu nunggu waktu yang lama untuk tetap di tenda karena hasrat untuk berselfie pada tiap orang sudah tidak tertahankan :D semua sibuk dengan kameranya masing-masing dan berselfie-selfie ria.

Bisa dilihat orang-orang dibelakang kami yang jga sibuk berselfie :D



Setelah puas berselfie yang padahal kalo mau jujur nggak pernah puas untuk berselfie kami segera mengkondisikan diri untuk berkegiatan lain sesuai jadwal, yaitu sholat, dan main di lapangan. Kalau sesuai jadwal, permainan yang diagendakan adalah kasti, tapi karena overload kalo kami ber 60 anak main kasti maka ada yang main permainan lain. Nah saya salah satunya, saya dan sebagian teman yang lain bermain gobak sodor dan sebagian yang lain main bola. Semua menikmati permainan sore kala itu yang sudah jarang bahkan mungkin sudah tidak kami mainkan lagi karena mengingat umur hihi.


Yang sibuk main kasti ber 40an anak.

Puas dengan permainan zaman sd kami memutuskan kembali ke perkemahan untuk mandi-mandi dan mengikuti agenda selanjutnya. Agenda malam hari di isi dengan penampilan dadakan dari teman-teman yang ditunjuk untuk tampil dan tak lupa acara api unggun plus bebakaran dengan modal jagung dan ikan, walaupun nggak ikut ngerasain makan jagung dan ikan bakarnya karena udah keburu balik ke tenda saking ngantuknya.

Bayangan tidur di daerah kaliurang bakalan kedingian ternyata enggak sepenuhnya kebukti  karena ternyata sama saja dinginnya kayak tidur dirumah yang bakal mendadak dingin ketika subuh tiba. Dan itu terjadi waktu dikaliurang. Brrr... untuk bawa selimut yang tebal jadi tetep bisa lanjut tidur hihi. Oya di lokasi perkemahan itu ada sungai kecil, tepatnya di belakang bawah tenda jadi sewaktu subuh tiba selain hawa dingin datang, aliran air sungai juga terdengar sangat jelas sampai ke atas. Ngebuat tidur semakin nyaman haha rasanya seru tidur di alam sambil ngederin musik alam−aliran sungai.

Keesokan harinya kami mengisinya pagi dengan senam− dengan instruktur temen sendiri, games− kucing dan tikus, outbond− flying fox, flying bambu dan mendayun kapal (lupa namanya). Sebelum outbond itu dimulai saya dan beberapa teman inisiatif buat main air ke sungai. Niatnya buat mengenang masa kanak-kanak, jadi sesampainya di sungai kami langsung menceburkan kaki, dan berjalan menyebranginya. Benar-benar mengenang masa lalu, sungainya jernih sekali, batu-batu yang ada di dalamnya terlihat, batu-batu hasil letusan gunung merapi. Selain itu airnya segeeeeeeer sekaliiiii dan juga ada kepiting yang jalan di dalamnya. Kalau saja tidak terjadi suatu insiden bisa dipastiin bakal lebih lama main di sungai >,< insiden! Iya insiden.

Insiden terjadi ketika saya berada berada di tengah sungai dan teman-teman yang lain hanya dipinggiran. Ketika itu kami berenam sedang berulang kali mengagumi sungai kecil dengan alirannya yang sangat segar. Saat itu saking senangnya saya berjalan terus ke batu yang berada di tengah sungai, ceritanya mau duduk disana sambil memainkan air dengan kaki *tjeileh, kayak di TV. Belum sempat duduk, teman saya  yang hanya duduk-duduk di pinggiran sungai tiba-tiba berucap “eh ada eek tuh” sambil melihat aliran sungai yang membawa benda kecil yang memang berwarna kuning.

“bunga itu mah. Kecil-kecil gitu” sahut teman saya yang lain setelah mengamatinya.

“mana?” tanyaku tanpa memerlukan jawaban setelah mendengarkan bahwa itu bunga”iya mah itu bunga, masak ada yang tega eek di sungai jernih gini” saya mah ikut-ikutan bilang itu bunga aja karena sebenarnya takut menerima kenyataan kalo itu adalah eek >,<

Sialnya, satu menit kemudian teman saya yang bilang kalo benda kuning itu adalah bunga tiba-tiba ngerubah omongannya “eh iya itu eek” lalu ketawa keras “hahahahahaha,, iiiiiii itu eek” sontak teman-teman saya yang notabene sudah berada di pinggir sungai pada naik ke atas sambil ber-ihh-ihh jorok. Sedangkan saya? Nasib yang lagi di tengah >,< Saya berusaha ke pinggir juga tapi malangnya harus ngelewati aliran yang ada eeknya itu -_- “mana sih mana?” ucap saya− sok-sok mau memastikan kembali kalo itu bukan eek.

Setelah melihat benda kuning ikut mengalir saya cuma bisa bilang dalem hati anggep aja itu bunga kuning rani sambil berusaha menyebrangi sungai ketika eeknya bunganya nggak lewat. Sambil bersabar ria menunggu aliran yang tanpa eek bunga akhirnya saya berhasil tiba di atas sungai.

Ketika sudah berhasil di atas ketika itu pula saya melihat seorang simbah berjalan menjauhi sungai. Gleek -_- keyakinan kalau tadi bukan sekedar bunga menjadi sangat besar saat itu juga. Aaaaaaaak... bener-bener menyayangkan sungai yang jernih seperti itu dihiasi benda yang .... yang.... yaaasudhlah. Kalian pasti mengerti kan ? hihi

Acara selanjutnya selepas dari sungai adalah flying fox, flying bambu, dan dayung perahu. Semua permainan tadi itu adalah pengalaman pertama buat saya. Alhamdulilah flying fox berjalan lancar. Seru. Tapi lebih seru lagi flying bambu, dipermainan itu kita semua di wajibkan jatuh -_- bukan sama pemandunya tapi sama pak ketua acara, temen sendiri. Sewaktu dicontohin bagaimana naiknya dan bagaimana jatuhnya semua enggan untuk bermain. Gimana enggak, di bawah yang siap terima kami kalau jatuh adalah air coklat beserta lumpurnya. Oh bayangin kalo nyebur saja sudah bikin ogah apalagi waktu tahu bakal ada orang di kolam itu yang siap narik kami supaya jatuh dan juga bakal nyiprat-nyipratin kami. Waktu bermain dibagian ini cukup lama, karena nggak ada yang mau maju buat nyobain hihi semuanya cuma duduk sambil menggelengkan kepala, nolak!

Karena dipaksa-paksa susah juga yang ikhlas buat diceburin akhirnya ntah bermula dari siapa, setiap orang yang naik flying bambu harus menunjuk 1 teman buat naik setelahnya, begitu seterusnya sampai semua merasakan. Hasilnya? Well done brooo...

Mau nggak mau akhirnya kami satu persatu maju dan menjajal flying bambu tersebut. Kami semua basah-basahan dengan air coklat beserta lumpur itu, hieks. Jorok sih kalau dibayangin, tapi kalo sudah di kolam itu dan ramai-ramai dengan teman rasanya fun-fun aja tuh :D kami semua ciprat-cipratan :) SERU!

Setelah bosan berada di kolam coklat itu kami segera pindah kepermainan yang lain. Ke kolam lain yang disediain 2 perahu yang masing-masing akan di dayuh oleh satu orang. di sini per dua orang akan saling adu balap dalam mendayuh perahu, awalnya semua berjalan fair tanpa ada kecurangan sampai akhirnya giliran saya yang menjajal semua berubah menjadi unfair! Hihi bukan saya kok penyebabnya. Semua bermula ketika saya berusaha mendayuh perahu sekuat tenaga. Bak seorang yang sudah ahli, usaha saya ketika sedang mendayuh membuahkan hasil!! Tiba-tiba perahu berjalan lancar, enteng dan lurus! Padahal sebelumnya perahu yang saya dayuh hanya mutar-mutar di tempat saking susahnya.

Pada saat yang bersamaan −ketika perahu menjadi terkendali, teman-teman yang duduk di pinggiran tertawa keras seraya berteriak “wooii rahma curang!! Hahaha. Rahmaaaa nggak boleh gitu” Heran dengan perubahan yang mendadak ini− tiba-tiba ramai dan tiba-tiba perahu enteng, saya membalikkan badan dan ternyata..... gubrak!!! Ternyata dalang ketiba-tibaan itu adalah rahma. Rahma, tengah bersusah payah sambil ketawa-ketawa tengah mendorong perahu yang saya naiki. Sontak saya ikutan ketawa, HAHAHA. Seketika itu juga perahu yang menjadi lawan saya juga di dorong oleh timnya. Suasana pun berubah menjadi unfair, berusaha membalikkan perahu lawan, mendorong perahu yang dinaiki timnya, menenggelamkan dayuh dan mengisi perahu dengan air supaya tenggelam. Buat rahma, good job, semua jadi kacau!! :D

Puas dengan bermain curang di kolam kami semua memutuskan untuk kembali ke area perkemahan untuk mandi-mandi. Sebagian teman memilih untuk membersihkan diri ke sungai terlebih dahulu, tapi saya dan teman yang lain yang sudah mengalami insiden di pagi hari tidak ikut ke sungai. Kami-yang-mengalami-insiden cuma ketawa seraya berkata “hiii nanti ada bunga lagi” dan mereka-yang-tidak-tau-apa-apa hanya bisa bertanya “bunga apa?” dan kami-yang-mengalami-insiden menjawab “bukan apa-apa, hehe”

Nggak jahat kan? Haha. Toh eeknya bunganya pasti sudah jauh mengalir mengikuti arus air. hihi

Acara selanjutnya selain bersih-bersih kami juga membereskan barang bawaan untuk kembali dibawa pulang. Yap kami akan pulang sore hari. Setelah mandi semua orang sibuk di tendanya masing-masing untuk berkemas pulang. Pulang dari tempat perkemahan dijadwalkan pukul 16.00 jadi seraya menunggu waktu sore hari itu acara dilanjutkan dengan kumpul-kumpul. Sharing perjalanan 2,5 tahun yang sudah kami lewati dalam satu kelas. Dari menjadi mahasiswa baru sampai hari ini. Saat sharing beberapa teman menyampaikan kesannya saat berada di satu kelas. Canda, tawa, tangis, bahagia, emosi semua dirasakan dari tahun 2012. Dari yang awalnya tidak kenal sampai menjadi satu keluarga.

Haru, suasana berubah menjadi haru saat berkumpul. Sebagian besar teman-teman menangis saat itu, menyadari bila kami bakal berpisah. Memang bukan perpisahan yang besar− karena toh kami masih 1 kampus, tapi kenyataan bahkan tidak akan bersama lagi dalam satu kelas pasti memberikan sedikit ruang kesedihan di lubuk hati, hiks.

Mengakhiri acara sharing tersebut, kami semua saling bersalaman satu sama lain dengan posisi jalan melingkar seperti saat halal bihalal sekolah. Minta maaf bila ada kesalahan dalam 2,5 tahun kami sekelas. Bersalaman, tersenyum, menangis, berpelukan *khusus antar cewek* bak gayung bersambut, hari di saat kami akan pulang hujan turun seperti hari-hari sebelumnya. Seperti lagunya anang− hujan pun menangis :D, kami keluarga kelas C 2012 juga tengah bersedih menangis.

Acara perpisahan di akhir ini cukup lama mengingat saat itu juga menunggu hujan reda. Tapi karena hari semakin sore dan hujan pun tak kunjung reda kami memutuskan untuk tetap kembali ke atas, ke tempat bis berada. Kami menggunakan mantel satu-persatu untuk melindungi kami dari rintikan hujan. Becek-becekan melewati tanah yang tergenang air. Hujan yang turun pada hari kepulangan kami membuat saya sadar betapa kami beruntung sekali karena hujan turun bukan pada saat kami bermalam ditenda− Allah baik banget kan. Mengingat hari-hari sebelum kami camping hujan terus turun dengan lebatnya dan membuat saya terpaksa berkata pada bapak kalo acara kelas itu bakal tidur di bangunan bukan di tenda *ups hihi −karena kalo bilang ditenda pasti nggak di izinin secara musim penghujan. Juga suatu keseruan tersendiri berhujan-hujan ria saat pulang dengan barang bawaan yang berat >,< dengan berhasilnya kami kembali ke atas dan memasuki bis, saat itulah liburan yang telah kelas C susun berjalan dengan lancar, Alhamdulilahirabbil’alamin. Sukseeeeess!! :D


Terimakasih teman-teman kelas C angkatan 2012 :D love you 


We are big family pharmacy C-12

Tuesday, February 24, 2015 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me


Halooo! Aku Rani~ Blog ini hanya berisikan cerita sehari-hari, ambil yang baik-baiknya aja yaaa, karenaa... .

“We write to taste life twice, in the moment and in retropect.” Anais Nin

:)

Follow Me

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  April (1)
      • Bangganya MengAsihi
  • ►  2020 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
  • ►  2019 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (29)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (8)
    • ►  April (2)
    • ►  March (5)
    • ►  January (9)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2014 (12)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  August (6)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)

Popular Posts

  • Kulo Dereng Saget
    Dulu, beberapa kali bapak pernah bilang “sekarang kalo ngomong pake bahasa jawa. Masak orang jawa nggak bisa bahasa jawa. Masak tingga...
  • Bahasa Jawa Dalam Percakapan
    Saya bukan orang yang pintar berbahasa jawa. Saya lagi belajar, memperlancar. Postingan berbau bahasa jawa ini saya ambil dari ucapan seh...
  • Planning Mudik yang Berulang Kali Gagal
    Bagaimanapun perencanaan manusia, Tuhan juga lah penentunya. Oke, pembuka diatas cocok sekali dengan keriwehan ku saat mudik kemarin huhu. S...
  • Bangganya MengAsihi
    Dulu sewaktu hamil pengen banget rajin journaling buat mengenang proses hamil muda sampai melahirkan, menceritakan bagaimana kondisi badan, ...
  • 2 Nyawa dan Banyak Harapan yang Ingin Ku Jaga
    Sebagai orang yang sebenarnya suka berada ditengah perkumpulan walaupun tak banyak bicara, aku sedih melewatkan moment kumpul keluarga kemar...
Powered by Blogger.

Created with by ThemeXpose