instagram twitter
  • Home
  • Thoughts
  • Hobby
    • Books
    • Experience
    • Traveling
  • About
  • Contact
  • Creations

Rani Wijaya

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospect.” ― Anaïs Nin

SNSD konser lagi di indonesia?! 
Oke... tenang...
keep calm...
te...na.........ng

Siapa sih yang nggak seneng kalo idolanya konser di negara tercinta? 
Kalo ada uang aja pasti nonton! Hiks, eh-yakin? *tanya ke diri sendiri.
Ini kedua kalinya SNSD konser tunggal di Indonesia. Seneng Indonesia masuk dalam list negara yang dikunjungi tapi ya sedih karna nggak bisa nonton #lagi.
Lagian kalo bisa nonton toh membernya juga udah nggak full, Jessica udah keluar #apadikeluarinya?
Dua tahun yang lalu saya pernah posting tentang keinginan buat nonton konser mereka, sampe dibelain ikut kuis :) ceritanya disini, tapi nggak menang :')

Dan ya nggak papa.

gapapa,
Emang bukan rejeki. Besok kalo ada lagi harus nonton! Niat dua tahun yang lalu sih gitu. Tapi apa mau dikata, dua tahun berlalu dan ketika mereka sebulan lagi konser saya cuma bisa posting ini hiks #akurapopo.
Biasa aja sih sebenernya ngelewati konser mereka ini karna member udah bukan 9 lagi #garisbawahi. Lagian yang paling penting adalah tiketnya mahal bangetttt. Paling murah 1.250.000
Uang dari mana kan itu?!! Dua tahun lalu kalo nggak salah paling murah ada 500/600 ribu padahal. Hmmm...
Dari situ saya berpikir ya udahlah ya nggak mungkin saya nonton. Tiket mahal, nggak ada tabungan, jauh, dan member nggak lengkap.

Jadi ikhlasin aja, rejeki saya belum sampe ditahap bisa beli tiket secuma-cuma itu. 
Sehari dua hari saya lupa sama masalah konser dibulan april itu sampai akhirnya di beranda fb saya lihat ada postingan rencana keberangkatan bareng-bareng nonton konser SNSD dari Surabaya. Dan saya mah cuma bisa batin "ya Allah andai ada uang lebih"
Tapi dua menit kemudian sadar kalo kemaren kan baru dapet arisan?! yehehehe ternyata ada uang!! 
Trus sadar lagi kan adek sekarang ada rumah di Bogor! Nggak jauhkan ya jakarta-bogor. Boleh tuh buat penghematan biaya!
Tapii...
 Lima menit berlalu dan yang ada malah yakin mau nonton? 
Uang transport belum, Nonton sama siapa? Kebutuhan lain gimana hayoo? Dan lain-lainnya muncul semua 
Jadi...
Ya nggak mungkin (lagi) lah nonton. Hiks hiks. Sudahlah mau diusahain gimana juga kalo bukan dapet kuis dan uang kerja yang lebih bakal belum bisa nonton dulu.
Pendem dulu semua..

Berharap besok bisa nonton dalam keadaan yang lebih baik dari ini, emm semacam nonton SNSD di korea nya langsung? Hahaha~~ aminin dulu aja! ;)

Thursday, March 17, 2016 No komentar
Ada waktu dimana gue udah prepare jauh-jauh hari buat servis laptop gue, gue pindahin semua data yang gue anggap penting. Bahkan semua foto nggak ada yang terlewat. Gue udah yakin semua data aman. Data yang penting udah di back-up semua. Gue ngerasa fine-fine aja.

Siang hari gue pergi dengan suasana hati yang nggak begitu bagus tapi juga nggak begitu buruk ke tempat servis laptop. Gue serahin laptop itu buat di bongkar pasang, gue ikhlas karena nggak ada data yang nggak terlewat.

Tapi...

satu hari kemudian... semua masih berjalan aman.

dua hari kemudian... seakan tidak ada yang berubah saat laptop tidak ada.

tiga hari kemudian... gue mulai mempertanyakan laptop gue lagi di apain.

empat hari kemudian... gue mulai sadar data skripsi gue ketinggalan satu di tu laptop.

lima hari kemudian... gue mulai sadar lagi catatan skripsi gua ada yang belum dipindahin.

beberapa menit setelahnya... gue berusaha mengingat-ingat apa yang ketinggalan di laptop gue.

lima  menit kemudian... gue mulai takut masih banyak yang belum gue pindahin.

saat gue mengetik ini semua... gue sadar data skripsi gue yang penting-penting beberapa belum gue pindahin -______-

OH MY!

mulai detik ini sampai besok... gue berharap ada sms yang masuk yang isinya laptop gue udah boleh diambil!

tapi... gue sadar besok adalah tanggal merah!

maka, kelalaian apa lagi yang ada saat musim skripsi begini?? 
._.

Tuesday, March 08, 2016 No komentar

Kadang kita tidak mau melepaskan sesuatu bukan karena takut akan sakit yang akan di alami setelahnya namun karena terlalu mempertahankan waktu yang telah dilalui bersama-sama, terlalu menyayangkan waktu yang telah dihabiskan bersama.

Mengelabui akal untuk mempertahankannya.
Selalu menjadikannya alasan setiap pikiran untuk melepaskan datang.
Mengatas namakan waktu untuk mempertahankannya hingga tersadar "sampai kapan aku akan mempertahankannya atas dasar waktu?"

Karena, mempertahankannya atas dasar waktu hanya akan menghalangi datangnya waktu emas yang lain, yang lebih baik.

Mempertahankannya atas dasar waktu juga tidak membuat keadaan lebih baik, hanya akan menambah beban karena tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasa.

Tapi, ketika akan melepaskannya, saat sadar waktu yang selalu menjadi alasan, masih tetap ada raungan untuk mempertahankannya.

Kupikir itu waktu...
Waktu...
Ini pasti waktu...

Tapi, keraguan mulai menyelinap...
Dibalik waktu, seperti ada yang mengikutinya
Apakah itu?
Mungkinkah ketulusan di dalam waktu yang selama ini dipertahankan?

Ya, mungkin itu. Atau kita harus menelusuri atas dasar apa kali ini kata hati menuntun untuk mempertahankannya.

Namun bila tetap hanya ada waktu dibalik ini, aku akan melepaskannya.

Saturday, February 13, 2016 No komentar
Aku pernah ada diposisi itu, merasakan pengorbanannya untuk memastikan aku bisa pulang. Meluncur dengan segera setelah membaca permintaanku.

Aku pernah menerima kelapangan hatinya ketika sms terhenti di diriku karena kutinggal tidur untuk kesekian kalinya saat kantuk menyerang.

Aku pernah menerima kesetujuannya untuk tidak menghubungiku ketika aku memintanya dan memulai komunikasi kembali saat kuminta.

Aku pernah menerima kesediaannya untuk melakukan apa yang aku ceritakan baik secara tersirat maupun eksplisit.

Mungkin masih banyak pengorbanannya yang tidak aku sadari, yang menjadikan aku sampai disini. Menyadari bahwa memang inilah yang terbaik buat aku dan kamu. Menyadari bahwa ternyata aku memiliki sifat yang bahkan aku sendiri tak mengenalnya saat itu. Membuat aku dan kamu dapat lebih mengenal lebih dalam dengan orang yang lebih tepat dengan diri kita masing-masing.

Tanpa embel-embel masalalu yang pernah aku persalahkan, untaian senyum otomatis mengembang di wajahku atas apa yang dapat kamu pertahankan hingga hari ini. Jangan tanya mengapa, karena aku sendiri mungkin tak akan mampu mengakuinya walau aku sudah memiliki jawaban itu.

Tanpa perlu banyak kata lagi yang dapat aku susun, aku hanya ingin mengatakan kali ini aku yakin aku berdamai dengan masa lalu yang pernah tercipta saat aku dan kamu melebur menjadi kita. I'm pretty sure :)


***

Psssttt,, terkadang saya menulis hanya untuk melatih menyusun kata-kata yang apik menjadi kalimat dan paragraf yang seru untuk dibaca. Bukan untuk menceritakan keseharian. So, happy reading everybody! :)

Monday, January 18, 2016 No komentar
Bukan-bukan, postingan kali ini bukan tentang acara tv yang bombastis itu kok. Bukan pula tentang pemainnya, apalagi pernyataan sebagai penonton setia pesbukers, bukaaan. Hari gini masih pesbukers facebookan ? Hmm mungkin itu pertanyaan yang cocok buat saya, secara baru saja saya membuka akun baru facebook hehe. Disaat yang lain mulai meninggalkan facebook dan menjajal sosial media yang lebih baru seperti path, saya malah membuat akun baru. Disaat yang lain sibuk cek pm di BBM nya, saya masih nyaman nyetatus di facebook. Disaat yang lain mengaktifkan facebook seminggu sekali, saya setiap hari masih membukanya melalui hp, sekedar untuk melihat berita apa yang lagi bermunculan atau mengisi waktu kosong.

Memang dibanding twitter apalagi path, facebook lebih banyak dihiasi konten-konten iklan maupun konten-konten lain yang mengganggu, yang nggak sopan. Tapi untuk urusan informasi menurut saya facebook masih nomer satu. Ntah itu informasi berita, gosip :p buahaha, kuis, sharing pengalaman, sharing ilmu, pun dengan beasiswa. Semua informasi itu difacebook dengan cepat mudah tersebar, dan yang pasti ada manfaatnya. Walaupun kadang ada berita yang dishare dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ada yang memprovokasi, ada yang menyudutkan, ada yang tipu-tipu, dan yang lainya. Tapi selama masih bisa membedakan mana yang dapat dipercaya dan yang tidak perlu dihiraukan sejatinya facebook tidak akan menggelapkan mata kita hanya karena pandangan subjektif seseorang yang tidak pada tempatnya. Baik atau buruk, selama pengguna masih bisa membedakannya pasti ada pelajaran yang bisa diambil.

Satu hal juga yang saya masih suka dari facebook adalah karena banyak orang baik di friendlist saya miehehe. Layaknya blog, membaca apa yang mereka sharing difacebook membuka sudut pandang yang baru. Menambah pembelajaran baru tanpa harus mengalaminya. Menambah informasi yang selama ini saya anggap sepele. So, saya paling seneng setiap dapet ‘temen baru’ yang saya anggap baik dari apa yang di sharenya, saya add dan diconfirm J karena kan sesuai pepatah yang ada, lingkungan akan mempengaruhi kita. Jadi saya berusaha menciptakan itu, lingkungan facebook yang baik, ceileh :D. Berteman dengan orang yang baik dan menjadi yang baik sudah cukup.

Lalu bagaimana dengan twitter? Saya juga punya twitter dan kadang masih saya buka, karena sesuai konsepnya, ditwitter itu hanya untuk cuap-cuap pendek jadi saya jarang membukanya dan walaupun informasi yang mengalir ditwitter tidak kalah cepatnya dengan facebook tapi tetap menurut saya facebook masih lebih menarik. Dan untuk blog, saya mengisi ketika ada yang mau dishare and i love it! But so far mungkin saya lebih tepat sebagai facebooker dibanding pesbukers... eh... sebentar... maksudnya dibanding blogger ma twitterer (apaan sih ya sebutannya kalo twitter ._. ).


Kalau kamu gimana? Sosial media apa yang masih sering kamu gunakan?
Saturday, January 16, 2016 No komentar
Sebelum suasana tahun baru 2016 berakhir nih, nggak ada salahnya kan kalo postingan pertama tentang tahun baru-an:p (iya kan blog-blog sendiri :p) Jadi nih berakhirnya tahun 2015 sangat-sangat berkesan, alhamdulilah bisa ngerasain malam tahu baru sama saudara-saudara di jalan layang haha. iyaa jalan layang, please kalo mau ngatain saya alay monggo. Bilang saya nggak beda jauh sama anak muda yang pacaran dipinggir jalan layang yang mengganggu kendaraan buat jalan juga silahkan haha karena saya nggak sendiri dan saya nggak pacaran :p banyak sekali loh ternyata orang yang berjalan ke arah jalan layang buat menikmati hujan kembang api dimalam pergantian tahun. Nggak cuma satu-dua orang yang rela jalan di pembatas jalan layang untuk ke atas, tapi berbondong-bondong orang berbaris melewati pembatas jalur kanan dan kiri. Bener-bener nanggung risiko banget kalo ini, bayangin aja jalan di pembatas jalan yang cukup tinggi yang notabene lebarnya nggak sampai satu meter dan berada di jalan yang nggak bisa dibilang sepi. Di kiri kanan mobil-mobil melaju dengan kecepatan sedang, belum lagi motor yang maaf agak alay ngegas-ngegas keras nggak jelas dan ditambah banyak orang yang menyebrang dari tengah jalan ke tepi jalan, ntah kanan atau kiri, mencari sisi aman yang masih tersedia. Attention banget buat orangtua yang mengajak anak kecil. Tapi kalo bisa jangan bawa anak kecil sih. Ngeri soalnya.

Jalur yang awalnya cukup untuk sebuah mobil menyalip mobil lain malam itu tiba-tiba menjadi setengahnya. Jangankan untuk menyalip, untuk jalan saja harus ekstra hati-hati karena sisi kanan kirinya sudah penuh dengan orang, motor dan mobil yang berhenti untuk ikut merasakan semarak tahun baru. Buat orang yang posisinya masih ada di pembatas jalan, salah satunya saya, adalah hal yang luar biasa ngerinya saat ada bus pariwisata atau truk besar lewat. Kami, para survivor :p , harus segera mencari posisi yang aman ntah bagaimana caranya, berhubung posisi bus/truk sudah sangat mepet ke tengah pembatas jalan, akibat sisi tepi jalan sudah berubah mendadak menjadi tempat pemberhentian. Kami bertahan agar tidak tersenggol atau menyenggol orang lain, agar tidak jatuh ke jalur yang berlawanan dimana mobil lain lewat, berusaha untuk tidak merelakan kaki yang dapat tertelindas bus/truk sewaktu-waktu ketika jatuh ke bawah. Sementara itu seorang ibu dihadapan saya berusaha menarik tangan anaknya yang mencoba menyentuh truk yang sedang melintas dihadapannya lalu memarahinya. Dan... yah itu buktinya, ajang tahun baruan di atas jalan layang bukan untuk anak kecil. Sekali lagi, Bukan untuk anak kecil.

Dan ketika detik-detik malam pergantian tahun tiba, kembang api mulai bermunculan. Menghiasi langit malam kota jogja. Mungkin alasan orang-orang ke jalan layang janti tidak lain supaya bisa lihat kembang api dari berbagai sudut kota Jogja, dari arah alun-alun kota, arah tugu, ambarukmo plaza, dan prambanan. Karena posisinya yang berada ditengah-tengah pusat acara tahun baru. Walaupun mengandung resiko dan sangat mengganggu kendaraan yang berlalu lalang tapi puas bisa tahun baruan di sana hihi. Menjadi salah satu titik untuk memeriahkan tahun baru, semoga kendaraan yang lewat saat malam itu memakluminya :) karena ditempat itu tampak dari kejauhan percikan-percikan api kecil, di utara, barat, dan timur yang menjadikannya alasan sebagai tempat untuk melewati pergantian tahun. Belum lagi di atas kepala tidak kalah banyak kembang api yang ikut disumat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang biasa melewati tahun baru bersama teman, euforia tahun baru kali memang sayang untuk ditinggalkan terlebih sama ibu, om, bulik, dan adek-adek sepupu dimana tahun ini tahun terakhir mereka tinggal di Jogja huhu. So tahun baruan kali ini termasuk spesial :)
*                      *                      *

Seperti kembang api yang menunjukan percikan api yang indah dan berwarna –warni, semoga tahun 2016 juga akan menjadi indah dan lebih berwarna-warni dari tahun-tahun sebelumnya. Memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi sesama. Semoga di tahun ini masih dan selalu dikelilingi orang-orang baik, target yang belum terpenuhi di tahun 2015 bisa terpenuhi di tahun 2016 dan yang pasti semoga target baru bisa terpenuhi.

Happy new year everybody!

Selamat menyusun resolusi 2016 :)


Selamat menjalankan target-target :))
Tuesday, January 05, 2016 No komentar
Udah bukan hal yang baru lagi setiap ngadep di depan laptop stuck nggak tahu mau nulis apa. Mungkin bukan nggak tahu tapi lebih tepatnya bingung apa yang mau ditulis padahal banyak sekali hal-hal yang ingin ditulis. Semacam bingung mau mulai darimana.

Sedih juga kalo terjadi berulang-ulang tapi kenyataannya inilah yang terjadi. Lebih sering begini darimana begitu buka laptop langsung nulis sesuatu. Ujung-ujungnya kalo bingung kayak gitu cuma bisa dengerin musik atau nonton film yang ada di laptop dan yaaaah ide menulis pun hilang untuk beberapa hari. Sekalinya datang lagi pasti kejadian lagi.

Apa ini yang disebut writer’s block ya? Semacam penghalang yang membuat menulis sesuatu yang datangnya bukan dari orang lain tapi dari diri kita sendiri. Sayangnya dibanding untuk koreksi ke diri sendiri, writer’s block kadang membuat kita (saya lebih tepatnya) mencari sesuatu untuk disalahkan karena tidak dapat menulis. Hmm,, semacam nggak ada waktu atau nggak ada ide. Tapi itu cuma alasan klise sih. Mengkambing hitamkan sesuatu yang jelas-jelas nggak ngasih pengaruh ke saya.

Kadang untuk mencari semangat itu saya akali dengan blog-walking. Hasilnya? Luar biasa... blog-walking bener-bener bisa membangun semangat buat nulis. Tiap main ke blog orang yang ceritanya menarik dan ternyata blog itu aktif berhasil membuat saya berguman ‘saya mau menulis lagi ah!’ ‘seru ya punya blog aktif yang isinya keseharian kita yang bermanfaat bagi banyak orang lewat sharing pengalaman kita. Simpel’

Saya selalu bertekad buat rajin blogging selepas blog-walking. Kenapa? Karena bahkan saya suka membaca tulisan saya sendiri yang lampau-lampau. Semacam kenangan tersendiri yang disampaikan lewat tulisan. Saya selalu ‘iri’ pada orang yang di blognya dari tahun 2007 sudah banyak mempunyai postingan dan sampai 2015 jumlahnya tidak kalah banyak. Iri yang saya jadikan semangat untuk menulis, apalagi kalo isi blog itu bener-bener ngasih manfaat. Hanya dari sekedar cerita pengalaman saja, ngaruhnya nggak bisa disepelekan. Mungkin ini yang dinamakan belajar dari pengalaman orang tanpa harus mengalami :)

And you know what? Saya menuliskan ini setelah saya blog-walking haha,
that’s why i really love to do blog-walking hihi.
Sunday, December 20, 2015 No komentar

Welcome back Jogjaaa 

Yeey, akhirnya kembali ke Jogja setelah 3 hari ada di perjalanan Semarang-Bandung-Jakarta dalam rangka kunjungan industri. Banyak cerita yang pengen dishare terutama dengan suasana di kota Jakarta. Kota yang terkenal dengan macetnya itu. Pengen buru-buru kelar ngetik ceritannya ini supaya pikiran-pikiran yang terlintas ketika diperjalanan terekam dalam tulisan yang abadi hihi.

Btw, saya baru sampe Jogja tadi pagi jam setengah 8 dan sekarang sudah ada di depan laptop buat ketik-ketik cerita perjalanan kemaren. Dari 3 kota yang dikunjungi kemaren mungkin cuma Jakarta yang paling berkesan. Berkesan karena akhirnya bisa lihat langsung suasana kotanya. Selama ini kan cuma lihat di tv ma ftv-ftv haha. Gimana macetnya, gimana bangunan yang menjulang tinggi, gimana kumuhnya rumah-rumah yang dibangun ditempat yang nggak semestinya dan lain-lainnya bakal di review satu-satu.

Dimulai dengan suasan kota Jakarta, suasana di Jakarta baru bisa dinikmati saat pagi hari, saat dalam perjalanan menuju kawasan industri di Jakarta Timur. Disepanjang perjalanan saya menikmati pemandangan aktivitas masyarakat kota Jakarta. Sengaja saat mulai berangkat saya minta pada teman saya untuk tukar posisi tempat duduk, saya minta gantian untuk duduk dipinggir jendela supaya dapat melihat lebih dekat seperti apa jakarta itu :)

Di perjalanan tampak jalan raya jakarta yang lebih lebar dibanding di Jogja, tapi tetap saja penuh dengan kendaraan-kendaraan. Memang nggak semua jalan di Jakarta macet tapi pasti ada 2 atau 3 atau lebih saya yakin titik macet di Jakarta. Macetnya Jakarta ini rata-rata dikarenakan banyaknya mobil-mobil pribadi, jadi nggak heran kenapa Jakarta itu nggak bisa lepas sama yang namanya kemacetan.

Di bangunan-bangunan kecil tempat bekerja pun halaman parkir dipenuhi dengan mobil pribadi, jadi mikir “ini orang-orang kantoran bawaannya mobil semua kali ya?” pantes kan macet, saya berguman akan kemungkinan dari pikiran sendiri. Melihat banyaknya mobil pribadi yang menghiasi kota jakarta membuat saya berpikir lagi “sebanyak apakah gaji bekerja di kota Jakarta ini sampai-sampai para pekerja mengendarai mobil ke kantor-kantor?” “jadi inikah alasan kenapa Jakarta menjadi tujuan utama dalam mencari pekerjaan?” atau “apakah memiliki dan mengendarai mobil sudah menjadi kebutuhan primer di kota jakarta?” hmm.. itulah pertanyaan-pertanyaan wisatawan yang terheran-heran dan nggak tau mau ditanyakan pada siapa:)

Dari deretan mobil yang menjuntai panjang itu hanya beberapa motor yang terlihat berusaha mencari jalan di antara sela-sela mobil. Sepenglihatan saya pengendara motor lebih sedikit dibanding pengendara mobil. Keadaan ini berbeda banget sama di Jogja, di Jogja kemacetan keramaian kendaraan mulai terlihat karena banyaknya kendaraan roda dua. Banyak banget. Mungkin ini berhubungan sama semakin banyaknya mahasiswa di kota pelajar satu ini. Kalo boleh saya sederhanain perbandingan motor:mobil di jogja itu 7:3 sedangkan di Jakarta perbandingannya kebalikannya, 3:7. Terlihat jelas banget perbedaan alasan di balik kemacetan Jakarta dan Jogja. Bahkan di Jakarta jalanannya lebih lebar dan banyak jembatan layang tapi kemacetan tetap menghiasi kota itu.

Begitu pula di jalan tol, kemacetan nggak bisa dihindari. Kalo merujuk definisinya, jalan tol kan jalan bebas hambatan tapi kenyataannya hambatan tetap ada, kemacetan. Iya apalagi kalo bukan kemacetan. Hitungan panjangnya nggak cuma meter-meteran tapi ini udah kilo-kiloan, yap kilometer-an deretan mobil yang dengan sabar menunggu untuk dapat berjalan. Buat pengemudi-pengemudi yang sabar menghadapi kemacetan ini saya takjub. Takjub sekali dengan kesabarannya buat sabar menanti giliran jalannnya. Takjub melihat pengendara bersedia jalan merayap tiap kemacetan terjadi. Saya membayangkan kalau saya ada di posisi itu setiap hari, ahh.. apa jadinya ya? Melihat deretan mobil yang sangat panjang saja saya merinding apalagi merasakannya. Mungkin ada benarnya, Jakarta tidak untuk orang yang lemah

Selain kemacetan, di sepanjang perjalanan saya juga melihat banyak fasilitas jembatan penyebrangan yang disediakan. Baik yang dihubungkan dengan pemberhentian transJakarta maupun yang bukan. Fasilitas yang keren sih menurut saya mengingat lebar dan ramainya jalanan di Jakarta jadi pasti sulit dan berbahaya bila menyebrang langsung. Fasilitas yang nggak ditemui di kota Jogja #yaiyalah hihi

Jalanan-jalanan di kota Jakarta menurut saya juga keren :D tapi ya terlepas dari kemacetannya hihi, suka aja sama jalanan yang lebar dan jalan layangnya yang banyak sekali gitu. Hanya perlu di tata sedikit lagi diikuti ketaatan pengguna jalan pasti Jakarta bakal jadi lebih cantik lagi. Akan semakin indah dan cocok dengan sebutan kota metropolitan. Ya kan?

Belum lagi bangunan-bangunan yang menjuntai tinggi. Apartement, Rumah susun, perkantoran, hotel, semuanya mewah. Bangunan elit, mewah, dan gagah berdiri menghiasi kota metropolitan itu. Cocok dan pantes buat ibu kota yang high class dibanding kota-kota lainnya, tapi sayangnya #lagi nggak bisa dielakkan kalo di Jakarta itu juga ada rumah yang berbanding 180O  sama bangunan yang mewah itu. Rumah yang berdempet-dempetan dan kumuh karena di bangun ditempat yang tidak semestinya. Miris loh lihat secara langsung. Lingkungan yang sama sekali nggak pantes buat ditinggalin, setidaknya tidak dengan bangunan yang seperti itu. Saya yang notabene orang Indonesia melihat itu saja kaget apalagi orang nonIndonesia yang tidak sengaja melihat secara langsung.

Bener-bener itu PR buat pemerintah DKI Jakarta buat membenahi kawasan pemukiman seperti itu. Entah bagaimana caranya, yang pasti tidak mengabaikan hak asasi manusia, semoga pemerintahan DKI Jakarta dapat segera membenahinya. Mewujudkan kota Jakarta yang indah tanpa pemukiman yang tak seharusnya itu. Menjadikan Jakarta yang cantik, indah, dan nyaman.

So Jakarta...Yes true that i love you but... I choose to live in Jogja <3 setidaknya untuk saat ini :)
Tuesday, November 17, 2015 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me


Halooo! Aku Rani~ Blog ini hanya berisikan cerita sehari-hari, ambil yang baik-baiknya aja yaaa, karenaa... .

“We write to taste life twice, in the moment and in retropect.” Anais Nin

:)

Follow Me

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  April (1)
      • Bangganya MengAsihi
  • ►  2020 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
  • ►  2019 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (29)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  June (8)
    • ►  April (2)
    • ►  March (5)
    • ►  January (9)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2014 (12)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  August (6)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)

Popular Posts

  • Kulo Dereng Saget
    Dulu, beberapa kali bapak pernah bilang “sekarang kalo ngomong pake bahasa jawa. Masak orang jawa nggak bisa bahasa jawa. Masak tingga...
  • Bahasa Jawa Dalam Percakapan
    Saya bukan orang yang pintar berbahasa jawa. Saya lagi belajar, memperlancar. Postingan berbau bahasa jawa ini saya ambil dari ucapan seh...
  • Planning Mudik yang Berulang Kali Gagal
    Bagaimanapun perencanaan manusia, Tuhan juga lah penentunya. Oke, pembuka diatas cocok sekali dengan keriwehan ku saat mudik kemarin huhu. S...
  • Bangganya MengAsihi
    Dulu sewaktu hamil pengen banget rajin journaling buat mengenang proses hamil muda sampai melahirkan, menceritakan bagaimana kondisi badan, ...
  • 2 Nyawa dan Banyak Harapan yang Ingin Ku Jaga
    Sebagai orang yang sebenarnya suka berada ditengah perkumpulan walaupun tak banyak bicara, aku sedih melewatkan moment kumpul keluarga kemar...
Powered by Blogger.

Created with by ThemeXpose